7 BUMN Logistik Resmi Merger, PT Multi Terminal Indonesia Jadi Entitas

Penandatanganan SHA dan Akta Penggabungan Konsolidasi 7 BUMN logistik. Foto: dok Antara.

7 BUMN Logistik Resmi Merger, PT Multi Terminal Indonesia Jadi Entitas

Husen Miftahudin • 30 June 2026 20:48

Jakarta: Sebanyak tujuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik resmi tergabung dalam satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi di Jakarta.
 
Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik Daud Joseph mengatakan PT Multi Terminal Indonesia ditetapkan sebagai entitas bertahan (surviving entity) yang akan menjadi wadah bagi seluruh perusahaan selama masa transisi.
 
"Jadi namanya adalah surviving entity atau satu entitas yang bertahan. Surviving entity yang akan bertahan adalah PT Multi Terminal Indonesia," kata Daud dikutip dari Antara, Selasa, 30 Juni 2026.
 
Adapun tujuh perusahaan yang tergabung dalam konsolidasi tersebut terdiri atas Pelindo Solusi Logistik, PT Multi Terminal Indonesia, PT Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics Indonesia, PELNI Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Varia Usaha Dharma Segara, dan Krakatau Integrated Logistics.
 
Selama masa transisi, seluruh perusahaan akan menjalani proses integrasi yang mencakup aspek operasional, hukum, keuangan, hingga tata kelola sebelum memasuki tahap transaksi final.
 

Baca juga: Transformasi Danantara Berhasil Dongkrak Kinerja dan Laba BUMN


(Ilustrasi industri logistik. Foto: dok Metrotvnews.com)
 

Dorong efisiensi logistik nasional

 
Daud menjelaskan penggabungan ini menjadi langkah awal konsolidasi logistik nasional yang diinisiasi Danantara Asset Management. Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi.
 
"Ini sesuai dengan visi dan misi pemerintah yang menginginkan efektivitas dan efisiensi proses logistik di negara ini. Dari sisi BUMN, Danantara ingin tujuh perusahaan ini menjadi satu dan hari ini proses itu sudah mulai dijalankan," ucap Daud.
 
Daud yang juga menjabat Direktur Utama PT Pos Indonesia berharap konsolidasi tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya logistik nasional. Dengan penggabungan dalam satu entitas, seluruh fungsi logistik diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi tanpa harus melalui banyak perusahaan.
 
"Manfaat yang kita harapkan bersama sebagai bangsa adalah perusahaan logistik yang terkonsolidasi memiliki seluruh fitur yang dibutuhkan, sehingga satu entitas dapat menjalankan berbagai fungsi logistik," kata Daud.
 
"Dari situ akan tercipta efisiensi, termasuk harga yang lebih kompetitif karena tidak lagi dijalankan oleh banyak perusahaan," tambah dia.

(Husen Miftahudin)