Berinvestasi Properti Kini Lirik Sustainability

Minat pasar ke material sintered stone. Foto: dok istimewa.

Berinvestasi Properti Kini Lirik Sustainability

Ade Hapsari Lestarini • 2 May 2026 21:14

Semarang: Lanskap arsitektur di Indonesia saat ini tengah menyaksikan transformasi besar, yakni beralihnya minat pasar ke material sintered stone sebagai opsi permukaan premium.

 
Lonjakan popularitas ini didorong oleh tuntutan fungsionalitas tinggi, yakni material yang mampu mempertahankan estetika visual di tengah paparan iklim tropis yang ekstrem, namun tetap memberikan kemewahan visual.
 
"Konsumen kini semakin cerdas, mereka tidak hanya melihat desain, tetapi juga daya tahan dan sustainability. Sintered stone hadir di titik temu antara estetika premium dan kebutuhan praktis sehari-hari," papar Direktur Marketing Platinum Ceramics Group, Jali Wijaya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 Mei 2026.
 
Implementasi tren ini terlihat pada Titanium Sintered Stone Showroom di Semarang pada 14 April 2026. Melalui konsep "A Living Gallery Unveiled", ruang ini bukan sekadar tempat pameran, melainkan sebuah pusat inspirasi yang mengadopsi elemen desain Timeless Elegance, dengan menggunakan palet warna perak, abu-abu, dan dark tone untuk mendefinisikan ulang standar kemewahan modern.
 
Keunggulan strategis dari material ini didukung oleh fondasi korporasi yang kokoh. Titanium Sintered Stone merupakan bagian dari Platinum Ceramics Group, sebuah entitas yang telah memiliki pengalaman selama 55 tahun di industri tile Indonesia.
 
Kehadiran keempat merek ini dalam satu atap memberikan nilai tambah signifikan bagi konsumen. Showroom ini berfungsi sebagai solusi satu pintu yang memberikan berbagai alternatif solusi material sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap proyek, mulai dari hunian pribadi hingga skala komersial besar.
 
Sebagai evolusi material bangunan, sintered stone membawa spesifikasi teknis yang melampaui batu alam tradisional maupun marmer porus, di antaranya:
 
  1. Presisi Permukaan (Flatness): Menjamin tingkat kerataan yang sempurna untuk tampilan akhir yang presisi.
  2. Inovasi GritTech+: Teknologi ini menghasilkan permukaan dengan kejernihan serupa cermin (mirror-like surface) yang tajam.
  3. Ketahanan: Memiliki ketahanan tinggi terhadap goresan (scratch resistant) dan noda (stain resistant), memberikan proteksi jangka panjang pada permukaan material.
  4. Format Big Slab: Koleksi berukuran 120 x 240 cm memungkinkan desain seamless dengan sambungan minimal.
  5. Efisiensi Pemeliharaan: Sangat mudah dirawat (easy maintenance) tanpa memerlukan proses sealing berkala.
 

Adaptasi pada bangunan

 
Secara umum, penerapan sintered stone dapat dilihat pada dua sektor utama, yaitu sektor residensial dan sektor komersil maupun ruang publik.
 

1. Sektor Residensial (Hunian Tinggal)

 
Pemilik hunian menggunakan material ini untuk mengejar aspek estetika yang abadi. Pengaplikasiannya mencakup fasad eksterior yang tahan cuaca, dinding aksen interior yang futuristik, hingga top table dapur yang tahan panas dan noda.
 

2. Sektor Komersil & Ruang Publik

 
Pada ruang komersil, material ini menjadi representasi profesionalisme. Contoh adaptasi kreatif ini terlihat pada Living Gallery Titanium Semarang yang berkolaborasi dengan coffee shop Blue Doors. Integrasi ini menciptakan ekosistem kolaboratif di mana arsitek dan desainer dapat mengeksplorasi ide proyek desain unggulan di tengah suasana yang inspiratif.
 
"Showroom Titanium dihadirkan sebagai pusat inspirasi dan kolaborasi, dengan harapan kehadiran showroom ini, industri bangunan dan desain di Jawa Tengah akan lebih terwadahi dan berkembang dengan baik," ujar Jali.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)