Potensi Ikan Sapu-sapu Jadi Pupuk Tanaman Hias, Ini Penjelasan Pakar

Ilustrasi Pexels

Potensi Ikan Sapu-sapu Jadi Pupuk Tanaman Hias, Ini Penjelasan Pakar

Muhamad Marup • 29 April 2026 14:29

Jakarta: Pembasmian ikan sapu-sapu (pleco) di sungai-sungai DKI Jakarta merupakan langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Meski demikian, terdapat peluang pemanfaatan yang belum banyak dioptimalkan.

Guru Besar Teknologi Hasil Perikanan IPB University, Mala Nurilmala menekankan bahwa hasil pembasmian seharusnya tidak berakhir menjadi limbah semata. Ia mendorong agar ikan sapu-sapu diolah menjadi produk bernilai guna, salah satunya pupuk cair untuk tanaman hias.

"Sebaiknya ikan sapu-sapu dimanfaatkan untuk pupuk cair tanaman hias," ujar Mala, mengutip laman IPB University, Rabu, 29 April 2026.

Ia menegaskan, sudah seharusnya pengolahan ikan sapu-sapu tidak untuk makhluk hidup karena berada di perairan yang sangat tercemar oleh logam berat. Menurutnya, pendekatan ikan sapu-sapu sebagai pupuk tanaman hias tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah dari hasil pengendalian spesies invasif.

"kondisi tersebut tidak berlaku bagi ikan sapu-sapu yang hidup di perairan bersih. Dalam lingkungan yang tidak tercemar, ikan ini pada dasarnya masih dapat dimanfaatkan sebagaimana ikan pada umumnya," terangnya.

Kurangi Limbag Ikan Sapu-Sapu

Mala menuturkan, pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi pupuk tanaman hias dinilai sebagai solusi yang lebih bijak dibandingkan penguburan. Selain memberikan manfaat, langkah ini juga dapat mengurangi potensi penumpukan limbah organik yang sulit terurai, mengingat struktur tubuh ikan sapu-sapu yang relatif keras.

Dengan pendekatan inovatif ini, pembasmian ikan sapu-sapu tidak hanya berhenti sebagai upaya pengendalian populasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi berkelanjutan mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang yang bernilai bagi masyarakat.

Potensi Lain Ikan Sapu-sapu

Ikan Sapu-sapu Marak Berkembang Biak, Tanda Kualitas Sungai Buruk

Ikan sapu-sapu. Sumber Inaturalist.org

Mala menjelaskan, ikan sapu-sapu yang hidup di sungai-sungai Jakarta berisiko tinggi terpapar logam berat. Kondisi ini membuatnya tidak aman untuk dikonsumsi manusia maupun dimanfaatkan sebagai pakan ternak, karena berpotensi menimbulkan akumulasi zat berbahaya dalam rantai makanan.

"Ikan dari perairan tercemar tidak hanya berisiko bagi manusia, tetapi juga jika digunakan sebagai pakan ternak. Logam beratnya bisa terakumulasi," jelasnya.

Ia menyebut, kondisi tersebut di sisi lain merupakan potensi lain ikan sapu-sapu. Menurutnya, ikan sapu-sapu di perairan tersebut dapat membantu menerap logam di perairan.

Mala menilai, dalam konteks Indonesia, sifat adaptif ikan sapu-sapu yang membuat populasinya sulit dikendalikan. Tanpa adanya keseimbangan ekosistem dan predator alami, spesies ini dapat berkembang pesat, mendominasi habitat, serta mengancam keberadaan ikan lokal.

"Sebenarnya ikan ini bisa membantu menyerap logam di perairan. Namun karena ekosistemnya tidak seimbang, populasinya menjadi sangat banyak dan berdampak negatif," terangnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)