Para calon jamaah haji asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)
Waspada Cuaca Ekstrem, Calon Haji Kendari Diimbau Jaga Kesehatan di Tanah Suci
Silvana Febiari • 2 May 2026 15:50
Kendari: Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah. Mereka juga diminta mewaspadai cuaca ekstrem di Tanah Suci agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari Hasria mengatakan kondisi cuaca panas di Tanah Suci yang diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius menjadi faktor utama meningkatnya risiko kesehatan bagi jemaah.
"Cuaca ekstrem berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA biasanya dipicu oleh cuaca ekstrem, faktor kelelahan, serta penularan saat berada di tengah kerumunan," kata Hasria, dilansir dari Antara, Sabtu, 2 Mei 2026.
Selain ISPA, terdapat juga dua gangguan kesehatan lain yang bisa dialami, yakni penyakit jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Menurut Hasria, kondisi tersebut tidak selalu berawal dari penyakit bawaan, namun bisa dipicu oleh kelelahan fisik yang hebat selama menjalani rangkaian ibadah.
"Karena itu, kami terus mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara matang sebelum keberangkatan," ujarnya.
Ia mengimbau jemaah untuk membawa perlengkapan pelindung kesehatan secara mandiri, seperti vitamin, obat-obatan pribadi, masker, kacamata hitam, serta payung untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung.
"Jemaah juga diminta menjaga asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi. Jamaah juga harus menyesuaikan aktivitas ibadah dengan kondisi tubuh masing-masing," jelas Hasria.

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Antara.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kendari Sunardin menyebutkan jumlah calon haji asal Kota Kendari tahun ini mencapai 546 orang. Jemaah asal Kendari tersebut terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 32, 34, 36, 39, dan 43.
"Keberangkatan akan dimulai pada 12 Mei 2026 dengan tiga penerbangan, kemudian dilanjutkan pada 13 Mei satu penerbangan," tambah Sunardin.