Presiden AS Donald Trump. Foto: Anadolu Agency.
Trump: Venezuela Kudu Setor 30 Juta hingga 50 Juta Barel Minyak ke AS
Husen Miftahudin • 7 January 2026 08:28
New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pemerintah sementara di Venezuela akan memberikan jutaan barel minyak kepada AS. Dana yang diperoleh dari penjualan minyak tersebut pun akan dikendalikan Washington.
Pada unggahan di media sosial resmi milik Trump, ia menyebut Caracas akan menyerahkan antara 30 juta dan 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang telah disetujui kepada Amerika Serikat.
"Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat," kata Trump, mengutip Investing.com, Rabu, 7 Januari 2026.
Trump pun mengaku telah menginstruksikan Menteri Energi AS Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana tersebut.
Kesepakatan itu berpotensi mengalihkan pasokan minyak Venezuela dari Tiongkok, dan juga memungkinkan perusahaan milik negara Venezuela, PDVSA, untuk menghindari pengurangan produksi yang lebih dalam. Laporan pekan ini menyebutkan Washington dan Caracas sedang bernegosiasi mengenai kesepakatan pasokan.
Pengumuman Trump ini disampaikan hanya beberapa hari setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang memicu meningkatnya ketidakpastian politik di negara Amerika Latin tersebut.
| Baca juga: Gejolak Venezuela Tak Pengaruhi Harga Minyak Global |

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Sampai kapan Trump kendalikan Venezuela?
Wakil Presiden Maduro Delcy Rodriguez, dilantik sebagai presiden sementara minggu ini. Delcy, yang dipandang oleh intelijen AS sebagai orang yang paling cocok untuk menggantikan Maduro, mengisyaratkan ia akan bekerja sama dengan Washington.
Trump mengatakan AS akan mengendalikan Venezuela sampai pemimpin baru yang permanen terpilih, dan Washington juga akan mengambil alih industri minyak negara yang sudah tua.
Di sisi lain, harga minyak merosot setelah pengumuman Trump, mengingat pengambilalihan Venezuela oleh AS berpotensi melepaskan sejumlah besar minyak mentah ke pasar, sehingga meningkatkan pasokan. Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Maret turun dua persen.