BNPB Ingatkan Pengembang Selesaikan Pembangunan Huntara Aceh Tamiang dalam 5 Hari

Kepala BNPB Suharyanto meninjau progres pembangunan huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Foto: Antara.

BNPB Ingatkan Pengembang Selesaikan Pembangunan Huntara Aceh Tamiang dalam 5 Hari

Anggi Tondi Martaon • 23 April 2026 11:05

Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengingatkan pengembang tentang keharusan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh. Yakni, pembangunan harus diselesaikan dalam lima hari ke depan.

Suharyanto menegaskan bahwa pembangunan itu harus dipastikan rampung kurang dari sepekan ini. Sehingga bisa ditempati oleh penyintas bencana, khususnya rumah huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

BNPB melaporkan rumah huntara dibutuhkan penyintas bencana di desa tersebut. Sebab, mereka memang tidak mempunyai rumah pribadi melainkan sewa dan rumah sewa itu rusak berat karena banjir bandang akhir tahun lalu.

"Di sini (Desa Sukajadi) masyarakat dulunya tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah yang disewa hancur, mereka bingung mau ke mana," kata Suharyanto dikutip dari Antara, Kamis, 23 April 2026.

Sejak saat itu, para penyintas mengungsi dengan memanfaatkan gubuk yang tidak layak dihuni. Para penyintas itu juga dikonfirmasi oleh BNPB merupakan kelompok yang tidak memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan dana dari pemerintah karena tidak memiliki tanah/rumah, sehingga rumah huntara menjadi harapan bagi mereka.

"Dana tunggu hunian pun mereka tidak dapat, karena mereka sewa dan tidak punya rumah. Sehingga BNPB mengambil langkah inisiatif membangun huntara untuk mereka," kata ungkap Suharyanto.

BNPB dalam keterangannya belum melaporkan secara rinci jumlah rumah huntara yang sedang dibangun dan jumlah penyintas bencana yang membutuhkan di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang itu. Namun, berdasarkan data Satgas PRR, mereka mengakomodasi usulan penambahan 97 rumah huntara dari Bupati Aceh Tamiang.

Ilustrasi pembangunan hunian sementara (huntara). Foto: Istimewa.

Selain itu, Satgas PRR memberikan bantuan untuk perbaikan rumah di Aceh Tamiang. Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas PRR Pascabencana Sumatera Safrizal Zakaria Ali mengatakan bantuan stimulan perbaikan rumah langkah konkret pemerintah mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Total bantuan yang disalurkan mencakup 2.336 rumah karena rusak ringan, 1.722 rumah karena rusak sedang, dan 1.889 rumah karena rusak berat. 

Distribusi bantuan difokuskan pada empat kecamatan terdampak signifikan, yaitu Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara.

Kecamatan Rantau tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak. Kemudian disusul Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)