Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Foto: dok Antara.
BP BUMN: Ketahanan Pangan, Energi, dan SDM Jadi Kunci Indonesia Emas 2045
Husen Miftahudin • 11 June 2026 12:59
Jakarta: Kepala Badan Pengelola Investasi (BP) BUMN, Dony Oskaria, memaparkan tiga pilar utama transformasi ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Ketiga pilar tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).
"Dalam satu negara yang sedang melakukan transformasi tentu akan ada respons, baik positif maupun negatif. Tetapi yang paling penting adalah pemahaman masyarakat mengenai proses transformasi yang sedang dijalankan secara fundamental oleh pemerintah," kata Dony dikutip dari Antara, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Dony, berbagai program strategis yang saat ini dijalankan pemerintah merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional yang dirancang secara menyeluruh, bukan kebijakan yang berdiri sendiri.
| Baca juga: Desa Didorong Jadi Lokomotif Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional |
Ketahanan pangan jadi fondasi utama
Ia menjelaskan pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama menuju Indonesia maju. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah menjalankan sejumlah program, mulai dari pencetakan sawah baru, pembangunan jaringan irigasi, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, hingga reformasi tata niaga pupuk.
Selain itu, pemerintah memperkuat kebijakan pembelian gabah petani serta meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan nasional melalui Bulog guna mendukung target swasembada pangan.
Pilar berikutnya adalah ketahanan energi. Dony menilai kemandirian energi menjadi syarat penting bagi negara yang ingin mencapai kemajuan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
"Kalau sebuah negara ingin berdaulat dan menjadi negara maju, maka harus memiliki ketahanan energi. Karena itu kita mengembangkan energi baru terbarukan, menambah storage BBM, melakukan eksplorasi cadangan energi baru, dan menjalankan program B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi," ujar Dony, Kamis, 11 Juni 2026.
Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong pengembangan jaringan distribusi gas rumah tangga sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Kualitas SDM jadi penentu keberhasilan transformasi ekonomi
Sementara itu, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi pilar ketiga yang dinilai paling menentukan keberhasilan transformasi ekonomi nasional.
Dony mengatakan Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama. Menurutnya, negara maju hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif. Ia menyoroti angka stunting nasional yang masih berada di kisaran 22 persen sebagai tantangan besar yang perlu segera ditangani.
"Semua negara yang maju dan berkelanjutan itu memiliki sumber daya manusia yang kuat dan cerdas. Karena itu pemerintah melihat persoalan stunting sebagai isu yang sangat mendasar. Saat ini angka stunting kita masih sekitar 22 persen. Ini tantangan besar yang harus kita selesaikan," jelas Dony.
Selain upaya penanganan stunting, pemerintah juga memperkuat sektor pendidikan melalui pembangunan sekitar 200 Sekolah Rakyat, pengembangan sekolah unggulan, serta distribusi smart board ke berbagai sekolah guna meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.