Putri Bajrakitiyabha Mahidol, putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Foto: Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand
Tiga Tahun Koma, Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun
Fajar Nugraha • 12 June 2026 17:35
Bangkok: Putri Bajrakitiyabha Mahidol, putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah menjalani koma selama tiga tahun akibat sakit.
Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand menyatakan sang putri wafat pada Kamis malam, 11 Juni 2026, di sebuah rumah sakit di Bangkok.
Putri Bajrakitiyabha merupakan anak tertua dari tujuh anak Raja Vajiralongkorn dan dikenal luas karena kiprahnya dalam pelayanan publik serta reformasi peradilan. Berbagai program sosial yang dipimpinnya membuatnya menjadi salah satu anggota keluarga kerajaan yang dekat dengan masyarakat.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat 12 Juni 2026, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyampaikan penghormatan kepada sang putri dalam pidato yang disiarkan televisi. Ia mengatakan Putri Bajrakitiyabha adalah kebanggaan Thailand dan dedikasinya dalam membangun masyarakat yang penuh kebaikan, keadilan, dan kesetaraan akan menjadi warisan moral bagi bangsa.
Para pengamat menilai popularitas sang putri berbeda dari sebagian anggota keluarga kerajaan lainnya karena keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial. Perubahan konstitusi Thailand juga sempat membuka peluang baginya untuk menjadi penguasa perempuan pertama dalam sejarah monarki modern Thailand.
Kehidupan yang Didedikasikan untuk Pelayanan
Putri Bajrakitiyabha lahir pada 7 Desember 1978 sebagai putri Raja Vajiralongkorn, yang saat itu masih berstatus putra mahkota, dan Putri Soamsawali. Nama lengkapnya adalah Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, meski ia dikenal dengan panggilan Bha atau Patty.Lulusan hukum dari Cornell University itu pernah bertugas di Misi Tetap Thailand untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada awal 2000-an. Setelah kembali ke Thailand, ia menjabat sebagai jaksa di Provinsi Udon Thani.
Pada periode 2012–2014, Putri Bajrakitiyabha menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria. Ia kemudian ditunjuk sebagai duta kehormatan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan pada 2017.
Kontribusinya dalam memperjuangkan hak-hak narapidana perempuan turut mendorong Majelis Umum PBB mengadopsi "Bangkok Rules" pada 2010. Aturan tersebut menjadi pedoman internasional mengenai perlakuan dan kondisi bagi tahanan perempuan.
Putri Bajrakitiyabha juga dikenal melalui program Kamlangjai atau "Inspire" yang membantu rehabilitasi perempuan narapidana sebelum kembali ke masyarakat. Sejumlah akademisi menilai program tersebut memperkuat citra keluarga kerajaan di mata publik.
Sepeninggal Putri Bajrakitiyabha, posisi pewaris takhta yang diperkirakan paling dekat kini berada pada adiknya, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti yang berusia 21 tahun. Pangeran Dipangkorn merupakan anak bungsu Raja Vajiralongkorn dan jarang tampil di hadapan publik.
Pada Jumat, 12 Juni 2026, sejumlah pelayat mendatangi Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn di Bangkok untuk memberikan penghormatan terakhir. Salah seorang pelayat, Pattamaporn Kaewkityakorn, mengatakan, "Saya tahu beliau sakit, tetapi saya berharap ada keajaiban."
(Keysa Qanita)