IAEA mengonfirmasi Suriah berupaya membangun reaktor nuklir di Deir Az Zor pada era Bashar al-Assad. (Anadolu Agency)
IAEA Ungkap Program Nuklir Rahasia Suriah di Era Bashar al-Assad
Muhammad Reyhansyah • 2 September 2026 12:40
Wina: Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa Suriah berupaya membangun reaktor nuklir di Provinsi Deir Az Zor pada masa pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad.
Dalam laporan rahasia yang dilihat sejumlah kantor berita pada Selasa, 1 September 2026, badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengatakan telah mengunjungi sejumlah lokasi di Suriah pada Agustus untuk melakukan kegiatan verifikasi.
Berdasarkan pengamatan di lokasi Deir Az Zor, IAEA menyatakan infrastruktur pendingin yang ditemukan sesuai dengan karakteristik fasilitas reaktor nuklir.
“Bahwa infrastruktur pendingin yang kini telah ditemukan konsisten dengan infrastruktur sebuah reaktor nuklir,” kata IAEA dalam laporannya, dikutip dari Al Jazeera.
Badan tersebut menambahkan bahwa pemantauan terhadap aktivitas di lokasi akan terus dilakukan seiring berlanjutnya proses penggalian.
Suriah sebelumnya diyakini menjalankan program nuklir ekstensif yang tidak dideklarasikan kepada IAEA pada masa pemerintahan Assad. Program tersebut mencakup sebuah reaktor nuklir di Deir Az Zor yang disebut dibangun dengan bantuan Korea Utara.
Keberadaan fasilitas itu baru diketahui publik setelah Israel melancarkan serangan udara pada 2007 yang menghancurkan lokasi tersebut. Pemerintah Suriah kemudian meratakan area itu dan tidak pernah memberikan jawaban secara menyeluruh atas pertanyaan IAEA mengenai fasilitas tersebut.
Setelah pemerintahan Assad digulingkan pada awal Desember 2024, pemerintahan baru Suriah menyepakati pemberian akses kepada inspektur IAEA untuk memeriksa sejumlah lokasi yang diduga pernah digunakan dalam program nuklir.
IAEA mengambil sampel dari lokasi tersebut pada 2024. Dalam laporan yang diterbitkan tahun lalu, badan itu mengatakan sampel yang diperoleh mengandung partikel uranium.
Dalam laporan terbaru pada Selasa, IAEA juga menyatakan telah memastikan bahwa otoritas Suriah sebelumnya gagal melaporkan keberadaan material, fasilitas, dan aktivitas nuklir kepada badan tersebut.
Selain reaktor yang tengah dibangun di Deir Az Zor, IAEA mengidentifikasi fasilitas pembuatan bahan bakar yang digunakan untuk memproduksi bahan bakar nuklir bagi reaktor tersebut. Badan itu juga menemukan lokasi penyimpanan bahan bakar nuklir, serta sisa dan limbah uranium.
IAEA Temukan Puluhan Ton Uranium
Dalam kunjungan ke Suriah, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi bersama tim inspektur senior juga mendatangi sebuah lokasi yang sebelumnya tidak pernah dideklarasikan.Pemerintahan baru Suriah memberitahukan keberadaan lokasi tersebut melalui surat tertanggal 17 Juli dan mengundang IAEA untuk bekerja sama dalam pemeriksaan serta verifikasi lokasi dan setiap material nuklir yang mungkin ditemukan di sana.
Menurut laporan IAEA, lokasi tersebut menyimpan uranium alam dalam bentuk batang bahan bakar yang dilengkapi lapisan pelindung.
IAEA kemudian memverifikasi material tersebut dan memastikan keberadaan sekitar 73 ton uranium alam.
“Seluruh material nuklir tersebut saat ini berada di bawah langkah-langkah pengamanan dan pemantauan Badan,” kata IAEA dalam laporannya.
Pemerintahan baru Suriah juga telah menyatakan minat untuk mengembangkan program energi nuklir sipil. Pemerintah tersebut mengatakan setiap material nuklir yang ditemukan di wilayah Suriah akan tetap berada dalam penguasaan negara dengan mengikuti ketentuan pengamanan internasional.
Baca juga: Israel Akui Serang Reaktor Nuklir Suriah pada 2007