2 Jurus Modifikasi Cuaca BNPB Atasi Abu Vulkanik Anak Krakatau

Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten. Foto: ANTARA/Desi Purnama Sari.

2 Jurus Modifikasi Cuaca BNPB Atasi Abu Vulkanik Anak Krakatau

Lukman Diah Sari • 6 September 2026 11:18

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dua teknik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meluruhkan sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyelimuti langit Jabodetabek. Kedua teknik tersebut meliputi penyemaian garam pemicu hujan dan penyemprotan air (water mist) dari udara.

Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan bahwa dua metode ini disiapkan untuk merespons kondisi awan di lapangan. Teknik pertama adalah menyemai garam di udara guna mempercepat potensi turunnya hujan.

"Kalau hujannya nanti turun cukup deras, tentu abu vulkanik yang dari kemarin bisa segera luruh," ujar Suharyanto dalam siaran pers BNPB, Minggu, 6 September 2026.

Namun, jika cuaca tidak memungkinkan untuk terbentuknya awan hujan, teknik kedua yakni water mist akan dilakukan. Upaya penyemprotan air dari udara ini dinilai efektif untuk mengurai partikel debu vulkanik yang melayang di wilayah udara Jakarta, Banten, dan Lampung.


OMC Hybird. (BNPB)

Suharyanto memastikan, OMC bakal dilakukan hingga malam hari untuk bisa meluruhkan abu vulkanik GAK. Dia memastikan armada pesawat telah bersiaga penuh di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

"Mudah-mudahan OMC ini bisa memulihkan kondisi cuaca menjadi lebih baik," kata Suharyanto.

(Lukman Diah Sari)