Hadapi Ancaman Siber, KSP Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektoral

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Foto: Metro TV/Kautsar

Hadapi Ancaman Siber, KSP Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektoral

M Sholahadhin Azhar • 2 June 2026 20:36

Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mendorong penguatan koordinasi lintas sektoral. Penguatan dibutuhkan untuk menghadai ancaman siber.

"Kantor Staf Presiden juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan ancaman siber dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu," kata Dudung dalam keterangan yang dikutip Selasa, 2 Juni 2026.

Merujuk kepada data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pada 2025 ada 5,5 miliar serangan serangan siber. Jumlah itu memperlihatkan kenaikan 714 persen ketimbang rata-rata serangan siber, pada 2020-2024.

Tren peningkatan tersebut berlanjut pada awal 2026, pada periode 1 Januari hingga 15 April 2026. Jumalhnya mencapai 1,52 miliar serangan siber.
 


Ia menyebut bahwa serangan siber tidak hanya menyasar individu. Serangan itu menyasar lembaga pemerintah, sektor ekonomi dan pelayanan publik, bahkan menyangkut keamanan nasional.

Ancaman siber itu dapat berupa pencurian data pribadi, penipuan, peretasan dan propaganda radikalisme. Dudung mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam melindungi data pribadi. Terutama, di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.


Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Foto: Metro TV/Kautsar

"Kesadaran perlindungan data pribadi ini harus menjadi perhatian bersama, karena ruang digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia," kata Dudung.

Menurut Dudung, masyarakat memiliki peran sangat penting dalam menjaga keamanan digital. Sehingga, seluruh masyarakat harus lebih bijak menggunakan media sosial.

"Menjaga kerahasiaan data pribadi, serta meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terprovokasi informasi palsu maupun tindakan penipuan digital," kata Dudung.

(M Sholahadhin Azhar)