Yaman Tegaskan Pengamanan Selat Bab el-Mandeb Jadi Tanggung Jawab Internasional

Yaman sebut keamanan di Bab El Mandeb jadi tanggung jawab kawasan. Foto: Press TV

Yaman Tegaskan Pengamanan Selat Bab el-Mandeb Jadi Tanggung Jawab Internasional

Muhammad Reyhansyah • 25 September 2026 14:05

New York: Yaman menyebut perlindungan terhadap Selat Bab el-Mandeb merupakan tanggung jawab bersama negara-negara di kawasan dan masyarakat internasional, bukan hanya tanggung jawab Yaman.

Wakil Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Abdullah al-Alimi menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat (AS), Kamis, 24 September 2026.

Al-Alimi mengatakan, serangan Houthi terhadap pelayaran telah menjadikan keamanan salah satu jalur perdagangan terpenting dunia sebagai alat tekanan dan tawar-menawar.

“Penggunaan keamanan maritim oleh Houthi sebagai alat pemerasan bukan hanya ancaman bagi Yaman, tetapi juga menyandera ekonomi global,” kata Al-Alimi, dikutip dari Anadolu.

Menurutnya, pengalaman selama bertahun-tahun konflik menunjukkan bahwa dukungan terhadap pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, serta penguatan kemampuan ekonomi, keamanan, dan militernya, merupakan investasi bagi keamanan dan stabilitas internasional.

“Melindungi jalur strategis ini merupakan tanggung jawab regional dan internasional bersama yang tidak dapat ditanggung Yaman sendirian,” ujar Al-Alimi.

Al-Alimi mengatakan keamanan Laut Merah bergantung pada stabilitas Yaman, sementara stabilitas Yaman membutuhkan pemulihan otoritas negara yang efektif.

“Tidak ada perdamaian berkelanjutan selama milisi bersenjata berada di atas negara dan berada di luar hukum,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemulihan negara Yaman akan berkontribusi langsung terhadap stabilitas kawasan dan perlindungan salah satu koridor maritim terpenting di dunia.

Al-Alimi mengatakan pemerintah Yaman telah merespons “secara bertanggung jawab dan positif” berbagai inisiatif regional dan internasional serta memberikan sejumlah konsesi besar demi mencapai perdamaian dan mengurangi penderitaan rakyat Yaman.

Namun, ia menuduh Houthi merespons upaya tersebut dengan sikap keras kepala dan memanfaatkan periode gencatan senjata kemanusiaan untuk memperkuat persenjataan mereka dengan mengorbankan rakyat Yaman.

Ia juga menuduh kelompok tersebut menolak berbagai inisiatif perdamaian dan meningkatkan serangan di Laut Merah serta Bab el-Mandeb untuk melayani “agenda Iran” yang menurutnya melampaui kepentingan nasional Yaman.

Al-Alimi mengatakan ancaman Houthi juga diperkuat oleh “ketiadaan sikap internasional yang efektif dan tegas”.

Ia mendesak masyarakat internasional membangun “kemitraan strategis” dengan Yaman untuk memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan.

Menurut Al-Alimi, pemerintah Yaman memiliki kemampuan untuk mengakhiri ancaman yang ditimbulkan oleh Houthi.

(Fajar Nugraha)