Ilustrasi industri baja. Dok. Istimewa
Raih Laba Bersih Rp5,68 Triliun, Kinerja 2025 Jadi Fondasi Transformasi Krakatau Steel
Achmad Zulfikar Fazli • 1 September 2026 18:34
Jakarta: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) telah menunjukkan transformasi dan perbaikan fundamental sepanjang 2025. Pada tahun tersebut, perusahaan membukukan laba bersih USD339,64 juta atau setara Rp5,68 triliun, yang mencerminkan efektivitas strategi transformasi dan penguatan fundamental perusahaan.
Kondisi ini membuat Perseroan berhasil menempati peringkat ke-78 dalam “Fortune Indonesia: 100 Indonesia’s Biggest Companies”. Pencapaian ini menjadi salah satu pengakuan atas proses transformasi dan perbaikan fundamental Perseroan yang terus berlangsung.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, mengatakan pencapaian dalam Fortune Indonesia 100 menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus menjaga momentum perbaikan kinerja dan memperkuat fundamental perusahaan.
“Masuknya Krakatau Steel dalam Fortune Indonesia 100 merupakan apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus melanjutkan transformasi. Perbaikan yang telah dicapai harus menjadi fondasi untuk membangun kinerja yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan ke depan,” ujar Akbar Djohan dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.

Ilustrasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dok. Istimewa
Menurut dia, penguatan fundamental Perseroan juga didukung langkah strategis pemegang saham melalui Danantara, termasuk Pinjaman Pemegang Saham (PPS) serta kesepakatan restrukturisasi lanjutan. Dukungan tersebut memperkuat likuiditas dan memberikan ruang bagi Perseroan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta menjalankan agenda transformasi secara lebih optimal.
Transformasi Berlanjut pada 2026
Perbaikan kinerja tersebut berlanjut hingga paruh pertama 2026. Sampai dengan Triwulan II 2026, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar USD622,74 juta atau setara Rp11,15 triliun, meningkat 35,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD460,83 juta. Dengan capaian tersebut, Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar USD10,94 juta.
Pertumbuhan pendapatan dan capaian laba bersih tersebut menunjukkan semakin kuatnya aktivitas bisnis Perseroan sekaligus menjadi fondasi bagi Krakatau Steel untuk melanjutkan agenda transformasi dan memperkuat daya saing di tengah dinamika industri baja global.
Memasuki paruh kedua 2026, Krakatau Steel akan terus berfokus pada peningkatan kinerja operasional, penguatan struktur keuangan, optimalisasi aset, serta pengembangan bisnis untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Seluruh langkah tersebut akan tetap dilaksanakan dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dan penerapan manajemen risiko secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya membangun Krakatau Steel Group yang semakin sehat, kompetitif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.