Serap Investasi Rp30,5 Triliun, Industri Baterai Bidik Pasar EV Lokal

Asisten Deputi Infrastruktur Energi dan Telekomunikasi Kemenko IPK Ridha Yasser (kanan). Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.

Serap Investasi Rp30,5 Triliun, Industri Baterai Bidik Pasar EV Lokal

Andika Fauzan Azhari • 26 August 2026 19:23

Jakarta: Pemerintah terus memacu penguatan ekosistem baterai nasional dengan mengoptimalkan potensi pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di dalam negeri.
 
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan keberlanjutan industri baterai tidak bisa hanya bergantung pada pasar ekspor, melainkan harus didukung oleh serapan pasar domestik yang kuat.
 
Asisten Deputi Infrastruktur Energi dan Telekomunikasi, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Ridha Yasser menyampaikan industri baterai membutuhkan kepastian pembeli (buyer) agar kapasitas produksi yang dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang.
 
"Di sisi hilir, kita juga harus membangun permintaan di pasar domestik. Industri membutuhkan pembeli, bukan hanya kapasitas produksi," ujar Ridha mewakili Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam gelaran International Battery Summit (IBS) 2026 di JIExpo Convention Centre & Theatre, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
 
Ridha menjelaskan pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik berbasis dua roda, bus, hingga sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage Systems/BESS) menjadi kunci utama penciptaan permintaan pasar yang stabil di Indonesia.
 
Pertumbuhan pasar domestik ini terbukti telah menarik komitmen modal dalam jumlah besar ke dalam rantai pasok otomotif berbasis listrik nasional.
 
"Per Juni 2026, populasi kendaraan listrik nasional kita telah mencapai 493.000 unit. Di balik kapasitas ini, investasi sebesar 30,5 triliun rupiah telah mengalir ke dalam ekosistem kendaraan listrik kita," kata Ridha.
 
Ia menambahkan, kapasitas produksi ekosistem nasional saat ini telah mampu menghasilkan 7.500 bus listrik, 410.000 mobil listrik, dan 2,5 juta sepeda motor listrik per tahun.
 


(International Battery Summit (IBS) 2026. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari) 
 

Kesiapan infrastruktur jadi pembuka keran investasi

 
Untuk mengimbangi pesatnya pergerakan pasar domestik, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berfokus menyelesaikan berbagai hambatan infrastruktur di lapangan.
 
Ketersediaan pasokan listrik hijau, kesiapan kawasan industri, jaringan logistik, hingga stasiun pengisian daya menjadi prioritas yang terus dikoordinasikan inter-lembaga.
 
"Tugas kita sekarang adalah memastikan infrastruktur bergerak secepat pasar yang sedang kita bangun. Karena tidak ada ekosistem baterai yang dapat bertahan dalam jangka panjang jika hanya mengandalkan pasar ekspor," tegas Ridha.
 
Melalui sinergi antara kesiapan infrastruktur dan besarnya potensi pasar lokal, pemerintah optimistis investasi di sektor baterai dan kendaraan listrik akan semakin bertumbuh secara berkelanjutan. Langkah strategis ini sekaligus mendukung pencapaian target efisiensi energi dan transisi menuju net-zero emissions 2060.

(Husen Miftahudin)