Pemerintah Kota Pontianak membagikan masker kepada pengguna kendaraan yang melintasi jalan dalam kota pada Jumat (28/8/2026). ANTARA/Sucia Lucinda
Kabut Asap Pekat, Sekolah di Pontianak Kembali Daring Sepekan
Whisnu Mardiansyah • 30 August 2026 15:42
Pontianak: Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, memperpanjang pelaksanaan pembelajaran secara daring hingga sepekan ke depan. Kebijakan ini diterapkan menyusul kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih pekat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kegiatan belajar di sekolah untuk sementara tetap dihentikan dan dialihkan ke pembelajaran daring hingga kondisi cuaca membaik.
"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik. Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat," kata Edi di Pontianak, seperti dilansir Antara, Minggu, 30 Agustus 2026.
Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP). Pemerintah daerah mengambil langkah tersebut sebagai upaya mengantisipasi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," ujar Edi.
Meski kegiatan pembelajaran tatap muka dihentikan sementara, Edi memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak tetap berlangsung.
"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH," ujarnya.
Edi mengatakan Pemkot Pontianak telah menetapkan kondisi kabut asap sebagai situasi darurat asap. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penanganan untuk mengurangi dampak kondisi tersebut terhadap masyarakat.
"Masyarakat juga diimbau harus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik, dan menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar," tuturnya.
Perpanjangan pembelajaran daring turut dirasakan para tenaga pendidik. Salah seorang guru SD di Pontianak, Diana Cristy Nainggolan, mengatakan kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif sejak sekolah diliburkan selama dua pekan akibat karhutla.
"Aktivitas belajar jadi sangat terbatas, dan kurang efektif. Kita berharap Kota Pontianak dan sekitarnya segera hujan secara merata, dan pemerintah daerah juga dapat lebih memperkuat penanganan karhutla agar aktivitas dapat berjalan kembali normal," kata Diana.

Temuan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 1.511,55 hektare areal konsesi perkebunan di Pulau Kalimantan oleh Kemenhut. (ANTARA/HO-Ditjen Gakkumhut)
Di sisi lain, orang tua murid menyambut kebijakan perpanjangan pembelajaran daring. Ridha menilai keputusan tersebut diperlukan mengingat kondisi kabut asap masih pekat.
"Tentu khawatir kabut asap ini yang masih pekat. Anak memang di rumah saja selama ada kabut asap," kata Ridha.
Pembelajaran secara daring juga diberlakukan bagi jenjang sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB) di Kalimantan Barat.
Kebijakan tersebut merujuk surat Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat tertanggal 29 Agustus 2026 yang ditujukan kepada kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Kalimantan Barat.
Dengan kebijakan tersebut, pembelajaran daring akibat kabut asap telah berlangsung selama sekitar tiga pekan sepanjang Agustus 2026.
Pemerintah Kota Pontianak tetap mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.