Tim Medis FKUI Lengkapi Dukungan Psikososial Warga Terdampak Bencana di Samar Kilang

Tim dokter FKUI dan relawan memberi bantuan pada warga terdampak bencana alam. Foto: Istimewa

Tim Medis FKUI Lengkapi Dukungan Psikososial Warga Terdampak Bencana di Samar Kilang

M Sholahadhin Azhar • 3 January 2026 09:46

Jakarta: Medan berat dan berisiko, di tengah cuaca yang kurang bersahabat, tidak menghalangi tiga dokter spesialis asal FKUI. Mereka bersama enam relawan psikososial dari Fakultas Psikologi UI, memberikan dukungan psikososial kepada ratusan penyintas bencana di Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. 

Berbeda dengan sebagian besar wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, pada 26 November 2025, Samar Kilang, merupakan wilayah paling ujung di bagian barat Indonesia, yang mengalami dampak sekunder. Karena, sempat terisolasi cukup lama, yang disebabkan kerusakan infrastruktur yang relatif parah, seperti ketiadaan akses, sarana air bersih, listrik serta jaringan komunikasi.

Ketua Tim Dukungan Psikososial UI Peduli Endang Mariani, sebagai  dalam misi kemanusiaan ke Bener Meriah, menyebutkan meskipun secara fisik bangunan masyarakat Samar Kilang relatif tidak terdampak. Namun, berdasarkan hasil observasi dan diskusi kelompok (FGD), hilangnya sebagian lahan mata pencaharian yang tergerus banjir, menimbulkan dampak psikologis, mulai dari ringan hingga berat, yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jiwa dan fisik.

"Menarik, aktivitas dukungan psikososial terstruktur (PSSA), yang diadakan di TPA Rata Mulie, yang awalnya ditujukan untuk anak-anak, ternyata secara antusias juga diikuti para ibu dan berfungsi sebagai bagian dari stress release," ungkap Endang, dalam keterangan yang dikuitp Sabtu, 3 Januari 2026.
 

Hal ini didukung pernyataan Ketua Tim Medis Riyadh Firdaus, yang hadir bersama Rendi Kurnia (Residen Orthopedi) dan Prabowo (Residen Anestesi), dari FKUI, yang menggelar pengobatan massal dan kunjungan rumah bagi penyintas yang merasa mengalami gangguan kesehatan.

"Tidak kurang dari 180 pasien yang membutuhkan penanganan medis, baik yang datang ke Balai Desa Blang Panu, maupun yang kami kunjungi hingga ke daerah transmigrasi, kami menemukan, ada sebagian di antaranya mengalami gejala psikosomatis," jelas Riyadh.

Penguatan kesehatan mental dan dukungan psikososial (MHPPS), yang terukur, berkaitan dengan perlindungan serta peningkatan kesejahteraan jiwa bagi para penyintas bencana, seringkali  diabaikan atau disederhanakan tanpa struktur dan pengukuran yang jelas.

"Padahal, gangguan kesehatan jiwa, seringkali berdampak cukup signifikan bagi produktivitas jangka panjang, jika tidak mendapat perhatikan sejak dini," urai Endang lagi.

Kepala UPTD Puskesmas Samar Kilang, Rizal, menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada tim dukungan psikososial UI peduli. "Para dokter dan relawan UI ini merupakan tim pertama yang mengunjungi kami setelah akses ke daerah ini mulai terbuka, walaupun harus melalui medan berat penuh risiko, yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau mengendarai motor trail. Heli pun kadang tidak dapat mendarat, karena faktor cuaca," ungkap Rizal. 

Dokter FKUI dan relawan memberi bantuan psikososial. Foto: Istimewa

Bukan hanya membawa logistik sembako dan obat-obatan, tim medis dan dukungan psikososial UI Peduli, yang terdiri dari Endang Mariani, Riyadh Firdaus, Rendi Kurnia, Prabowo, Missy Lawalata, Hardanta, Almira, Jonathan Napitupulu dan Ilham Akbar, juga menyiapkan starlink dan pompa air tenaga surya. 

Dalam keterangan terpisah, Direktur Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, Saraswati Putri, menyampaikan terima kasih kepada BNPB, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Dinas terkait, Koramil 05/Permata, serta pihak-pihak lain yang telah membantu tim UI Peduli dalam menjalankan pengabdiannya. "Ke depan, UI telah menyiapkan road map berupa program-program berkelanjutan hingga ke tahap pemulihan. Seluruh rekomendasi tim ini, akan kami tindaklanjuti," tegas Saras.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)