Prakiraan Cuaca Senin 20 Juli 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lokal

Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

Prakiraan Cuaca Senin 20 Juli 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lokal

Fachri Audhia Hafiez • 19 July 2026 16:35

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca nasional untuk awal pekan, Senin, 20 Juli 2026. Sejumlah besar wilayah di Indonesia diprediksi akan didominasi oleh kondisi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan seiring dengan meluasnya puncak musim kemarau.

"Memasuki musim kemarau yang semakin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering. Gunakan pelindung atau tabir surya guna mengurangi paparan langsung sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh," tulis BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Minggu sore, 19 Juli 2026.
 


BMKG mencatat sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia kini telah memasuki musim kemarau akibat meluasnya sebaran massa udara kering dari selatan. Meski didominasi cuaca kering, masyarakat di beberapa daerah tetap diminta waspada terhadap potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada periode 18 hingga 20 Juli 2026.

Wilayah yang perlu mengantisipasi potensi hujan sedang tersebut meliputi Aceh, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.


Ilustrasi logo BMKG. Foto: Dok. laman BMKG.

Kewaspadaan Karhutla dan Hujan Lokal

Menguatnya kondisi kering di sebagian besar wilayah Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan.

Di sisi lain, BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih bisa terjadi pada skala lokal akibat gangguan atmosfer wilayah regional. Warga diminta tetap memantau informasi cuaca resmi secara berkala untuk menghindari risiko kebencanaan.

(Fachri Audhia Hafiez)