Jawa Tengah Siagakan 8 RS dan 883 Puskesmas Antisipasi Hantavirus

Rumah Sakit (RS) dr Adhyatma MPH Semarang disiagakan untuk mengantisipasi serangan Penyakit Hantavirus. (MI/AS)

Jawa Tengah Siagakan 8 RS dan 883 Puskesmas Antisipasi Hantavirus

Media Indonesia • 20 May 2026 15:20

Semarang: Pemrov Jawa Tengah melakukan langkah antisipasi dengan menggencarkan pemeriksaan dan penanganan dini dengan menyiapkan sejumlah sarana prasarana kesehatan untuk mengantisipasi penyakit hantavirus. Sebanyak delapan rumah sakit dan 883 puskesmas disiagakan.

"Kita siapakan  delapan rumah sakit dan 883 puskesmas bagi warga untuk melakukan pemeriksaan dini, jika memiliki gejala serangan penyakit hantavirus tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Zulfachmi Wahab, Rabu, 20 Mei 2026.

Zulfachmi mengatakan hingga saat ini hantavirus belum tercatat muncul dan menyerang warga. Namun, kata dia, 50 kasus pernah muncul di Jawa Tengah dalam rentang 2023 hingga 2025  di Pelabuhan Kabupaten Demak.

Menurut Zulfachmi, sebanyak delapan rumah sakit disiagakan di antaranya RS dr Adhyatma MPH Semarang, RS Prof Dr Margono Purwokerto  dan RS Dr Moewardi Surakarta. Sementara itu, ratusan puskesmas se-Jawa Tengah disiapkan dalam program edukasi Jumat Pintar, untuk memperkuat pemahaman tenaga kesehatan terkait hantavirus.


Ilustrasi tikus. Foto: Pexels.

Dia menerangkan penyakit Hantavirus dapat disembuhkan apabila dideteksi lebih cepat. Sehingga semakin cepat dikenali dan diobati, maka tingkat kesembuhan lebih cepat dan angka kematian akan semakin rendah.

Warga tetap diminta mewaspadai penyakit hantavirus yang ditularkan melalui air liur, urine dan kotoran tikus yang terinfeksi, bahkan dapat tertular saat bersentuhan langsung dengan media atau menghirup partikel yang telah mengering dan terbawa udara. Masyarakat diminta melakukan pemeriksaan jika memiliki gejala awal, seperti demam, nyeri dada, nyeri perut, gangguan buang air kecil, hingga muncul bercak merah pada selaput mata.

"Pada kondisi berat, penyakit ini dapat mengakibatkan perdarahan dan gagal ginjal," ungkap dia. (MI/AS)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)