Ilustrasi gabungan bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)
Sengketa Aset Beku dan Isu Material Nuklir Hambat Kesepakatan Akhir AS-Iran
Willy Haryono • 25 May 2026 06:46
Teheran: Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi gagal akibat belum terselesaikannya perbedaan terkait aset Iran yang dibekukan serta seputar isu material nuklir, lapor kantor berita Tasnim pada Minggu, 24 Mei 2026.
Media semi-resmi pemerintah Iran tersebut menyebut pembicaraan bisa runtuh apabila kedua pihak gagal mencapai titik temu.
Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui negosiasi, mengatakan Washington masih menghambat ketentuan mengenai pencairan aset Iran yang dibekukan.
“Masalah-masalah tersebut belum terselesaikan sejauh ini,” tulis laporan Tasnim.
Dikutip dari Yeni Safak, Senin, 25 Mei 2026, Iran disebut tetap mempertahankan “garis merah” terkait hak rakyatnya dan menolak mengaitkan pencairan aset dengan pembuangan material nuklir berupa uranium yang diperkaya.
AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal
Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan kepada The New York Times bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz.Sebagai imbalannya, Iran disebut berkomitmen membuang stok uranium yang diperkaya.
Namun, metode pembuangan uranium tersebut masih dinegosiasikan. Kesepakatan yang sedang dibahas juga disebut tidak mencakup pembatasan stok rudal Iran maupun penghentian pengayaan uranium.
Persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih diperlukan dan diperkirakan memakan waktu beberapa hari.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Februari setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target Iran. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah sekutu Teluk, serta menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump. Namun, situasi disebut masih rapuh di tengah kebuntuan diplomatik yang terus berlangsung.
Baca juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Pembukaan Selat Hormuz