Satgas karhutla bersama masyarakat peduli api Kabupaten Muaro Jambi lakukan upaya pendinginan pasca kebakaran lahan di Kecamatan Kumpeh, Selasa, 25 Agustus 2026. ANTARA/Agus Suprayitno.
MPA dan Petugas Gabungan di Muaro Jambi Padamkan Kebakaran dalam Dua Jam
Silvana Febiari • 26 August 2026 08:57
Muaro Jambi: Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama petugas gabungan di Desa Seponjen, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi kompak memadamkan api. Langkah ini dilakukan guna mencegah kebakaran lahan semakin meluas.
"Begitu titik api membesar, kami langsung turun (proses pemadaman), syukurlah kurang dua jam api padam, tinggal pendinginan," kata Kepala Dusun Pulo Tigo Desa Seponjen Suyanto, dilansir dari Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.
Suyanto mengungkapkan, titik api pertama kali terlihat di area lahan kosong sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa petang, 25 Agustus 2026. Pihaknya langsung mengimbau warga setempat melakukan upaya pemadaman.
Dengan bantuan MPA, bersama personel TNI, Polri dan Manggala Agni serta dukungan peralatan yang memadai, selang dua jam akhirnya api mampu dikendalikan. Kanal air di sekitar lokasi turut membantu menyuplai air untuk pemadaman sehingga api tidak merambat ke perkebunan warga.

Tim dari Manggala Agni Jambi saat memadamkan karhutla di hutan Loundrang,Kabupaten Muaro Jambi, Kamis, 13 Agustus 2026. ANTARA/HO/Humas Manggala Agni Jambi
Hingga saat ini, pemicu kebakaran lahan kosong seluas 10 hektare di RT 06 itu masih belum diketahui. "Kami melihat ada titik api, kemudian kami imbau kawan-kawan untuk gotong royong, sekarang proses pendinginan," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyerukan kepada masyarakat dan pihak tertentu agar tidak membakar lahan secara sengaja.
Selain itu, ia memastikan pemerintah tengah menyusun langkah penanganan kebakaran berupa skenario operasi modifikasi cuaca yang dijadwalkan berlangsung dari 27 hingga 30 Agustus mendatang.