Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Prabowo: Hubungan Indonesia-Prancis Berada di Tingkat Terbaik
Fachri Audhia Hafiez • 28 May 2026 23:54
Paris: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dinamika hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis saat ini telah mencapai momentum emasnya. Di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo menyatakan bahwa kerja sama bilateral yang terjalin saat ini merupakan capaian paling optimal sepanjang sejarah kedua negara.
"Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis berada di tingkat, menurut saya yang terbaik selama ini," kata Prabowo saat memberikan pernyataan pers di Istana Elysee, Paris, Prancis, dikutip dari Antara, Kamis, 28 Mei 2026.
Prabowo menilai keharmonisan ini tercipta berkat adanya keselarasan pandangan dalam merespons berbagai isu krusial di tingkat internasional. Menurutnya, fondasi hubungan yang kokoh ini tidak lepas dari komitmen personal serta keberpihakan politik yang ditunjukkan oleh Macron.
"Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron," ucap Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden merinci bahwa jalinan kemitraan strategis di sektor pertahanan, riset sains, serta teknologi terus memperlihatkan progres yang sangat kuat. Sementara untuk pilar pendidikan, Pemerintah Indonesia berkomitmen melakukan perluasan program, termasuk melakukan akselerasi penguasaan bahasa Prancis bagi para siswa di tanah air.
"Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," ucap Prabowo.
Dalam momentum tatap muka tersebut, Kepala Negara turut menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan tegas Macron di kancah global. Prabowo juga mengungkit kembali memori historis saat prajurit TNI mendapat kehormatan langka untuk berparade dalam rangkaian Hari Nasional Prancis (Bastille Day) tahun lalu.
"Tahun lalu, Indonesia mendapat kehormatan besar karena diundang bisa ikut dalam defile 14 Juli, hari kebangsaan bagi Republik Prancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar. Mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa," kenang Prabowo.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Presiden Prabowo Subianto bersama rombongan delegasi tiba di Istana Elysee sekitar pukul 15.40 waktu setempat atau pukul 20.40 WIB. Kedatangan Kepala Negara langsung disambut hangat oleh Presiden Emmanuel Macron bersama Ibu Negara Brigitte Macron.
Kunjungan kerja ke Paris pada akhir Mei ini sekaligus menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk memenuhi undangan resmi Presiden Macron yang sempat tertunda bulan lalu. Langkah diplomasi ini dijadwalkan secara khusus untuk memperkuat kerja sama multidimensi antarkedua negara.
Dalam lawatan kenegaraan kali ini, Presiden Prabowo didampingi oleh delegasi tingkat tinggi, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono; Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani; serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Turut hadir mendampingi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta putra Presiden, Ragowo 'Didit' Hediprasetyo.