Kanselir Jerman Friedrich Merz dan PM Italia Giorgia Meloni. (Anadolu Agency)
Jerman dan Italia Siap Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Tapi Terbentur Konstitusi
Willy Haryono • 24 January 2026 14:11
Roma: Jerman dan Italia menyatakan kesiapan untuk bergabung dengan inisiatif Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat (AS), namun menegaskan adanya kendala konstitusional yang menghambat keterlibatan mereka dalam struktur dewan tersebut.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz di Roma pada Jumat kemarin, mengatakan kedua negara tertarik pada inisiatif tersebut dan menilai peran Jerman dan Italia penting dalam upaya stabilisasi kawasan Timur Tengah.
“Posisi Italia adalah sebagai berikut. Kami terbuka. Kami tertarik pada inisiatif ini. Saya juga berpikir Jerman dapat memainkan peran penting, karena ini menyangkut stabilisasi Timur Tengah,” kata Meloni, dikutip dari Antara, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menilai setiap upaya yang dapat memperkuat gencatan senjata serta mendorong solusi dua negara membutuhkan keterlibatan negara-negara Eropa. Namun, Meloni menegaskan struktur Dewan Perdamaian saat ini bertentangan dengan konstitusi Italia, sehingga Roma belum dapat bergabung secara resmi.
Pandangan serupa disampaikan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Ia mengatakan telah menyampaikan kepada Presiden AS Donald Trump beberapa pekan lalu bahwa Jerman siap bergabung apabila Dewan Perdamaian berfungsi mendampingi proses perdamaian di Gaza sesuai rencana awal.
Merz menambahkan bahwa dengan struktur tata kelola dewan yang ada saat ini, Jerman tidak dapat bergabung karena terbentur aturan konstitusional. Meski demikian, ia menegaskan Berlin tetap terbuka untuk menjajaki bentuk kerja sama lain dengan AS dalam mendorong perdamaian global.
Dewan Perdamaian diluncurkan di Davos pada Kamis lalu. Awalnya, badan ini dirancang untuk mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza setelah tercapainya gencatan senjata pada Oktober sebagai bagian dari rencana 20 poin yang diajukan Presiden Trump.
Namun, piagam Dewan Perdamaian memperluas mandatnya menjadi upaya pembangunan perdamaian di seluruh wilayah yang terdampak atau berisiko konflik.
Baca juga: Dewan Perdamaian Gaza Resmi Dibentuk, Tiongkok Pilih Tak Berkomentar