TikTok di AS Tak Lagi Dikendalikan Tiongkok, Dewan Direksi 'Dikuasai' AS

Ilustrasi TikTok. Foto: Xinhua.

TikTok di AS Tak Lagi Dikendalikan Tiongkok, Dewan Direksi 'Dikuasai' AS

Ade Hapsari Lestarini • 23 January 2026 15:57

Jakarta: TikTok mengumumkan telah menyelesaikan kesepakatan untuk memisahkan operasinya di Amerika Serikat (AS). Hal ini mengakhiri pertarungan bertahun-tahun atas akses ke aplikasi video yang sangat populer bagi jutaan warga Amerika.

Mengutip siaran pers, TikTok mengatakan usaha patungan baru di AS akan beroperasi di bawah perlindungan yang telah ditentukan. Aturan ini melindungi keamanan nasional melalui perlindungan data yang komprehensif, keamanan algoritma, moderasi konten, dan jaminan perangkat lunak untuk pengguna AS.

Melansir ABC News, Jumat, 23 Januari 2026, sebagai bagian dari usaha patungan baru ini, raksasa teknologi Oracle, MGX yang berbasis di UEA, dan perusahaan investasi teknologi Silver Lake masing-masing akan memiliki 15 persen saham. Sementara perusahaan induk aplikasi asal Tiongkok, ByteDance, akan mempertahankan 19,9 persen saham dalam usaha patungan tersebut.

Presiden Donald Trump merayakan finalisasi kesepakatan tersebut dalam sebuah unggahan media sosial pada Kamis. "Saya sangat senang telah membantu menyelamatkan TikTok! Sekarang akan dimiliki oleh sekelompok Patriot dan Investor Amerika yang Hebat," ujar Trump.

"Saya hanya berharap di masa mendatang saya akan dikenang oleh mereka yang menggunakan dan menyukai TikTok," tambah Trump.
 

 

Apa arti kesepakatan ini bagi pengguna TikTok?


Bagi lebih dari 200 juta pengguna TikTok di AS, kesimpulan langsungnya sederhana: aplikasi ini akan tetap ada.

Kesepakatan ini diperkirakan tidak akan mengubah pengalaman pengguna secara drastis dalam semalam, tetapi perubahan halus dapat muncul seiring waktu. Salah satu poin penting dalam proses pembuatan kesepakatan adalah apa yang akan terjadi pada algoritma - resep rahasia yang membuat TikTok begitu adiktif.


Presiden Donald Trump. Foto: New York Times
 

TikTok menandatangani kesepakatan untuk membuat usaha patungan baru di AS


Berdasarkan kesepakatan tersebut, entitas AS yang baru dibentuk akan "melatih ulang" algoritma TikTok menggunakan data dari pengguna Amerika. Sementara Oracle akan mengawasi penyimpanan dan keamanan data tersebut.

Karena algoritma akan dioptimalkan pada kumpulan data yang berbeda, hal itu dapat menyebabkan perubahan dalam cara konten dipersonalisasi dan ditampilkan.

Entitas TikTok global yang dikendalikan ByteDance akan tetap mengelola bagian-bagian penting dari bisnis, termasuk e-commerce, periklanan, dan pemasaran di platform AS yang baru.
   

Siapa yang akan duduk di dewan direksi baru?


Dewan direksi yang beranggotakan tujuh orang, sebagian besar warga Amerika, meliputi CEO TikTok AS Shou Chew dan Kenneth Glueck, wakil presiden eksekutif di kantor kepala eksekutif Oracle, eksekutif di perusahaan investasi Susquehanna International Group dan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake, seorang eksekutif di perusahaan investasi MGX yang berbasis di Abu Dhabi, dan lainnya.

Oracle, yang dipimpin oleh sekutu Trump, Larry Ellison, adalah salah satu investor terbesar dan juga mitra keamanan entitas baru tersebut. Namun demikian, tidak jelas berapa nilai kesepakatan tersebut untuk operasi TikTok di AS. Pemerintah Tiongkok belum memberikan komentar langsung tentang perjanjian akhir tersebut.

Beberapa ahli berpendapat struktur akhir kesepakatan tersebut mungkin tidak sepenuhnya memenuhi kekhawatiran keamanan nasional yang diuraikan dalam undang-undang yang disahkan oleh Kongres.

TikTok sempat offline untuk pengguna AS selama 14 jam pada Januari 2025 -- sebelum Presiden Trump memerintahkan Departemen Kehakiman untuk menunda penerapan undang-undang tersebut. Siaran pers TikTok menyatakan usaha patungan ini juga akan mencakup aplikasi lain dalam portofolio ByteDance, termasuk CapCut dan Lemon8.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)