Mengenal KNKT, Lembaga yang Menyelidiki Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Tim Basarnas di lokasi diduga jatuhnya Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros. MI

Mengenal KNKT, Lembaga yang Menyelidiki Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Putri Purnama Sari • 19 January 2026 17:18

Jakarta: Sebuah pesawat dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). 

Insiden kecelakaan pesawat selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Setiap kali peristiwa semacam ini terjadi, nama KNKT kerap muncul dalam berbagai pemberitaan. 

Lantas, apa itu KNKT dan apa perannya dalam menangani kecelakaan pesawat? Berikut informasinya.

Apa Itu KNKT?

KNKT adalah singkatan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi. KNKT merupakan lembaga non-struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Dilansir dari laman Setneg, KNKT memiliki tugas utama melakukan investigasi kecelakaan transportasi, baik di sektor udara, laut, darat, maupun perkeretaapian. Dalam konteks penerbangan, KNKT bertanggung jawab menyelidiki setiap insiden dan kecelakaan pesawat yang terjadi di wilayah Indonesia.

KNKT dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 1999 tentang Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan keberadaannya terus dilanjutkan berdasarkan Peraturan Presiden yang berlaku.
 

Tugas KNKT dalam Kecelakaan Pesawat

Berbeda dengan aparat penegak hukum, KNKT tidak bertujuan mencari siapa yang bersalah. Fokus utama investigasi KNKT adalah:
  • Mengungkap penyebab kecelakaan
  • Mengidentifikasi faktor teknis, manusia, dan lingkungan
  • Memberikan rekomendasi keselamatan
  • Mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa depan
Hasil investigasi KNKT biasanya dituangkan dalam laporan akhir yang dapat diakses publik.

Peran KNKT dalam Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Pesawat ATR 42-500 merupakan pesawat turboprop yang umum digunakan untuk penerbangan jarak pendek dan wilayah terpencil. Jika terjadi kecelakaan yang melibatkan tipe pesawat ini, KNKT akan segera melakukan serangkaian langkah investigasi.

Beberapa tahapan yang dilakukan KNKT antara lain:
  • Pengamanan lokasi kejadian bersama pihak terkait
  • Pengumpulan data awal, termasuk puing pesawat dan rekaman komunikasi
  • Analisis kotak hitam (Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder) jika tersedia
  • Pemeriksaan riwayat perawatan pesawat ATR 42-500
  • Evaluasi faktor cuaca dan operasional penerbangan
Investigasi ini penting untuk mengetahui apakah kecelakaan disebabkan oleh faktor teknis pesawat, kesalahan manusia (human error), kondisi cuaca, atau kombinasi dari beberapa faktor.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)