Gempa di Laut Sulawesi Akibat Deformasi Lempeng Sangihe

Peta guncangan gempa bumi di Sangihe. (Antara)

Gempa di Laut Sulawesi Akibat Deformasi Lempeng Sangihe

Lukman Diah Sari • 21 January 2026 13:13

Manado: Gempa bumi mengguncang wilayah laut SUlawesi pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 01.10 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap guncangan gempa tektonik itu akibat aktivitas deformasi batuan oleh mekanisme slab pull dalam Lempeng Sangihe.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme mendatar turun (oblique normal)," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Rabu, 21 Januari 2026, melansir Antara.


Peta guncangan gempa bumi di Sangihe. (Antara)

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di daerah Ponelo Kepulauan, Gorontalo Utara, dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 11.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujar Daryono.

Pukul 1:10:01 WIB wilayah Laut Sulawesi diguncang gempa tektonik, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempa terletak pada koordinat 3,11 derajat Lintang Utara dan 122,89 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 248 kilometer arah barat laut Kota Boroko-Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, pada kedalaman 487 kilometer.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)