Polemik Penjualan Saham Piala Dunia, UEFA Ancam Boikot Turnamen

Logo UEFA. Foto: uefa.com

Polemik Penjualan Saham Piala Dunia, UEFA Ancam Boikot Turnamen

Muhamad Marup • 31 July 2026 17:25

Jakarta: Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengancam akan memboikot Piala Dunia jika Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) tetap menjual saham turnamen tersebut kepada investor swasta. UEFA bahkan menyebut tidak ada anggotanya yang sepakat dengan rencana tersebut.

"Sebagai hasil dari diskusi hari ini, tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama usulan ini masih ada," tulis pernyataan resmi UEFA, dikutip dari antaranews.com, Jumat, 31 Juli 2026.

UEFA menjelaskan mereka siap untuk berhenti memboikot FIFA jika usulan menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta benar-benar dibatalkan. 55 asosiasi anggota sudah bersepakat tentang hal tersebut.

"Kami menolak secara bulat dan tegas usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," jelas keterangan tertulis.

UEFA menegaskan, Piala Dunia tidak boleh diperlakukan sebagai produk investasi dan ini adalah salah satu warisan olahraga terbesar dalam sepak bola.

UEFA menilai warisan ini telah dibangun lintas generasi oleh para pemain, tim nasional, dan pendukung di seluruh benua sehingga tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual.

Pernyataan resmi UEFA. Foto: X/@UEFA

UEFA menganggap penjualan saham Piala Dunia merupakan tindakan tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dibenarkan. Menurut UEFA usulan tersebut dirancang secara diam-diam dan hampir disetujui tanpa konsultasi yang berarti dengan pihak-pihak yang dipercaya untuk mengelola olahraga ini.

"Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Selamanya akan begitu. Dan selama Eropa masih memiliki suara, ajang ini tidak akan pernah dijual," masih dalam pernyataan resmi UEFA.

Sebelumnya Presiden FIFA Gianni Infantino berencana menjual saham dalam Piala Dunia kepada investor swasta.

Penjualan tersebut melalui sebuah skema yang dapat berujung pada pembentukan perusahaan untuk mengelola turnamen putra dan putri paling bergengsi milik FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

Isu penjualan saham Piala Dunia makin memperpanas hubungan UEFA dan FIFA semakin memanas. Pada laga final Piala Dunia 2026, Presiden UEFA Aleksander Ceferin absen menyaksikan pertandingan yang dinilai sebagai bentuk protes.

UEFA tidak sepakat atas banyak hal dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026, terutama segi komersial berlebihan pada turnamen tersebut.

(Muhamad Marup)