TNI AU menerima pesawat satu unit pesawat angkut baru, yaitu NC-212i dengan nomor ekor A-211 buatan PT Dirgantara Indonesia di Skadron Udara 4, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jatim. Foto: Antara.
TNI AU Diperkuat Pesawat Angkut Baru Buatan Dalam Negeri
Anggi Tondi Martaon • 1 August 2026 13:55
Jakarta: TNI Angkatan Udara (AU) menerima satu unit pesawat angkut baru NC-212i dengan nomor ekor A-211 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI). Pesawat itu sudah berada di Skadron Udara 4, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Kamis, 30 Juli 2026.
"Pesawat itu tiba di Skadron Udara 4, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, untuk memperkuat Grup 1 Angkut melalui Skadron Udara 4," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dikutip dari Antara, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ia menjelaskan pesawat ini merupakan hasil kerja sama pembelian alutsista oleh Kementerian Pertahanan dengan PT DI.
Sementara itu, Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma mengatakan penerimaan pesawat ini merupakan bagian dari upaya TNI AU dalam memodernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Dengan meningkatnya kualitas alutsista TNI AU, ia meyakini kekuatan pertahanan udara juga akan semakin meningkat.
Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia Dena Hendriana mengatakan alutsista rakitan lokal berkonfigurasi khusus Troop Transport, Rainmaking & Camera tersebut diterbangkan langsung (ferry flight) dari Delivery Center PTDI Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Kamis, 30 Juli 2026. "Ini merupakan unit ke-8 dari 9 yang di-order. Insyaallah ini akan memperkuat kekuatan TNI AU yang bermarkas di Malang dan menjadi sesuatu untuk bisa mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia," ujar Dena.
Dia menjelaskan pesawat dengan nomor ekor AX-2135 ini dirancang serbaguna untuk kebutuhan transportasi pasukan, penyemaian awan/operasi modifikasi cuaca, hingga pemetaan foto udara.
Penggunaan baling-baling MTV-27 bersertifikasi EASA yang dipadu mesin Honeywell TPE331 memberikan keunggulan performa signifikan. Seperti getaran dan kebisingan yang lebih rendah, stabilitas saat terbang single engine di ketinggian, serta proses engine start yang lebih halus.
Dena juga menegaskan bahwa pengiriman itu merupakan bagian dari komitmen penuntasan kontrak pengadaan sembilan unit NC212i dengan Kementerian Pertahanan.
Satu unit tersisa dalam kontrak sembilan unit pesawat tersebut dijadwalkan rampung dan dikirimkan pada Oktober 2027.
Pilot in Command Ferry Letkol Pnb Andika Ardyagana, yang menerbangkan pesawat bersama Copilot Kapten Irvan Fajar, mengonfirmasi keandalan performa alutsista canggih tersebut usai lulus sertifikasi Flight Acceptance Certificate pada 9 Juli 2026.
"Untuk performa pesawat, kemarin kami melaksanakan pengembangan. Alhamdulillah, dapat mencapai kemampuan maksimumnya sehingga nanti setelah pelaksanaan ferry flight, kemudian dilaksanakan penerimaan oleh Kemenhan maupun oleh TNI AU. Harapan kami, pesawat ini akan menambah kekuatan TNI AU untuk menjaga kedaulatan RI," ujar Andika.