KM Yuni Bahari Bocor Dihantam Gelombang Tinggi di Laut Banda

KM. Yuni Bahari mengalami kebocoran akibat dihantam gelombang di Perairan Laut Banda pada Sabtu, 1 Agustus 2026. ANTARA/HO/Basarnas Ambon

KM Yuni Bahari Bocor Dihantam Gelombang Tinggi di Laut Banda

Silvana Febiari • 2 August 2026 15:41

Ambon: Tim SAR gabungan dari Pos SAR Banda menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mengawal Kapal Motor (KM) Yuni Bahari hingga tiba di Dermaga Rakyat Pulau Banda. Kapal tersebut bocor di tengah laut akibat dihantam gelombang tinggi.

"Kapal yang membawa lima awak itu dalam perjalanan dari Pulau Ambon menuju Pulau Banda sejak Jumat, (31 Juli) 2026, dan dihantam gelombang hingga mengalami kebocoran pada Sabtu, (1 Agustus) di Perairan Laut Banda," kata Koordinator Pos SAR Banda Ezau Risamasu, dilansir dari Antara, Minggu, 2 Juli 2026. 

Seluruh korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi selamat. Setelah dievakuasi, para korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Pulau Banda.


Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia ini diterima Pos SAR Banda dari seorang warga bernama Robo sekitar pukul 12.55 WIT, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pihak keluarga kemudian menyampaikan informasi dan meminta bantuan SAR setelah kapal tersebut mengalami kebocoran di tengah laut Banda. Kejadian itu berlangsung di sekitar perairan selatan Pulau Run, Kabupaten Maluku Tengah.

"Tim SAR Gabungan kemudian dikerahkan menggunakan RIB menuju lokasi kejadian dengan jarak kurang lebih 16,3 Nautical Mile, Heading 242.82°arah Barat Daya," ucapnya.


Para awak KM Yuni Bahari melakukan foto bersama anggota Tim SAR Gabungan di atas kapa sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. ANTARA/HO/Basarnas Ambon


Sekitar pukul 15.24 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kapal tersebut pada jarak sekitar 18 nautical mile di arah barat laut dari lokasi kejadian. Setelah berkoordinasi dengan awak kapal, diketahui kebocoran telah berhasil diperbaiki sehingga kapal dapat kembali melanjutkan perjalanan.

RIB Pos SAR Banda selanjutnya mendampingi kapal kayu tersebut melanjutkan perjalanan menuju Pulau Banda Neira. Menjelang subuh sekitar pukul 00.30 WIT, Tim SAR Gabungan bersama KM Yuni Bahari tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Banda selanjutnya seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapal kayu tersebut bertolak dari Kota Ambon pada 31 Juli 2026 dengan tujuan Pulau Banda Neira. Namun setibanya di sekitar Perairan Pulau Run, kapal dihantam gelombang hingga mesin alkon rusak dan kapal bocor. 

(Silvana Febiari)