Produsen Tempe di Aceh Timur Terpaksa Kurangi Ukuran

Produksi tempe di Kabupatrn Aceh Timur. (Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati)

Produsen Tempe di Aceh Timur Terpaksa Kurangi Ukuran

Fajri Fatmawati • 15 April 2026 23:07

Aceh Timur: Kenaikan harga bahan baku akibat dampak konflik di Timur Tengah turut memicu lonjakan harga sejumlah komoditas, termasuk bahan produksi tempe di Kabupaten Aceh Timur. Kondisi ini memberatkan pelaku usaha kecil yang bergantung pada stabilitas harga untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Salah satu usaha produksi tempe yang terdampak adalah Tempe Mawar Indah di Aceh Timur. Setiap hari, produsen ini tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun harus menghadapi kenaikan harga bahan baku.

Pemilik usaha Tempe Mawar Indah, Tgk. Padil, mengatakan bahwa dalam satu bulan terakhir harga bahan baku mengalami kenaikan signifikan. 

“Sejak satu bulan terakhir, sejumlah bahan baku untuk pembuatan tempe di Aceh Timur mengalami kenaikan harga,” kata Padil, Rabu, 15 April 2026.

Ia menjelaskan, harga kedelai saat ini tidak stabil. Jika sebelumnya kedelai dibeli dengan harga Rp500 ribu per karung, kini naik menjadi Rp550 ribu per karung. Kenaikan tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi.
Selain kedelai, harga plastik sebagai bahan pembungkus tempe juga mengalami lonjakan. 

"Dulu harga plastik Rp40 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp59 ribu per kilogram,” ujar Padil.

Produksi tempe di Kabupatrn Aceh Timur. (Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati)

Meski biaya produksi meningkat, harga jual tempe tidak mengalami perubahan. Namun, produsen terpaksa memperkecil ukuran untuk menjaga keuntungan.

Tempe ukuran kecil masih dijual seharga Rp1.500 per bungkus, sedangkan ukuran besar dijual Rp4.500 per bungkus. Kondisi ini turut berdampak pada penurunan penjualan. Padil berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku. 

“Saya berharap kepada pemerintah agar dapat menstabilkan harga bahan baku tempe. Jika harga turun, maka ukuran tempe yang dijual akan kembali seperti semula,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)