Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5% Masih Realistis, Ini Buktinya

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5% Masih Realistis, Ini Buktinya

Eko Nordiansyah • 16 April 2026 15:22

Jakarta: Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen di kuartal I-2026, masih berada dalam rentang realistis.

Menurut dia, target yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada investor global tersebut didukung sejumlah faktor fundamental.

“Pertama, kita berbicara tentang low base effect dari periode sebelumnya yang relatif melambat,” ujar Fakhrul di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 16 April 2026.

Ia menambahkan, akselerasi belanja pemerintah pada awal tahun juga menjadi pendorong utama. Hal ini tercermin dari pelebaran defisit APBN yang memberikan dorongan langsung terhadap permintaan domestik.

“Kedua, adanya akselerasi belanja pemerintah di awal tahun yang cukup signifikan, tercermin dari pelebaran defisit APBN. Ini memberikan dorongan langsung terhadap permintaan domestik,” jelas dia.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Sektor riil mengalami perbaikan

Selain itu, indikator sektor riil mulai menunjukkan perbaikan. Ketiga, penjualan ritel dan PMI manufaktur mengindikasikan adanya pemulihan aktivitas ekonomi domestik.

“Ini mengindikasikan bahwa mesin ekonomi domestik mulai kembali bergerak, meskipun tentu masih harus diwaspadai risiko dari sisi eksternal,” lanjut Fakhrul.

Ia menekankan di tengah lanskap global yang semakin terfragmentasi, kombinasi antara komunikasi kebijakan yang kuat dan fondasi domestik yang solid menjadi kunci menjaga stabilitas serta daya tarik pasar Indonesia.

“Di dunia yang semakin narrative-driven, persepsi memang penting. Tapi pada akhirnya, pasar akan kembali ke realita. Di situlah kredibilitas kebijakan dan kekuatan fundamental akan diuji,” ujar dia.

Fundamental ekonomi dan strategi fiskal pemerintah

Adapun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan investor global mengenai ketahanan fundamental makroekonomi serta strategi fiskal Indonesia dalam pertemuan di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah investor besar, antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.

Dalam konteks tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 diperkirakan berada di kisaran 5,5 persen.

Purbaya menilai, apabila tren pertumbuhan berlanjut pada kuartal II, hal itu dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk memperbesar investasinya di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)