Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.
Airlangga Dorong Pelibatan Insinyur Lokal dan TKDN di Proyek Migas Nasional
Husen Miftahudin • 23 July 2026 12:37
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta proyek-proyek minyak dan gas bumi (migas) strategis di Indonesia lebih banyak melibatkan insinyur serta barang modal produksi dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional.
Menurut Airlangga, belanja modal (capital expenditure/capex) di sektor migas dan petrokimia selama ini masih didominasi produk permesinan, komponen kelistrikan, serta jasa rekayasa dari luar negeri. Karena itu, diperlukan sinergi antarkementerian dan lembaga untuk meningkatkan porsi pengerjaan proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) oleh industri nasional.
"Kita ingin agar pekerjaan ini diambil oleh engineers-engineers Indonesia," ujar Airlangga dalam acara Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Summit di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
"Kemudian beberapa alat yang juga sudah kita siap, tentunya di Indonesia sudah punya wellhead, sudah punya valve, punya pressure vessel dan juga chemicals project ataupun product. Sehingga tentu ini diharapkan kemampuan dan juga multiplier effect dari project betul-betul bisa dimanfaatkan oleh industri dalam negeri," tambah dia.
Airlangga juga menekankan pentingnya memaksimalkan manfaat ekonomi dari proyek-proyek strategis, termasuk Proyek Andaman di lepas pantai Aceh. Menurut dia, proyek tersebut diharapkan dapat menjadikan Aceh sebagai laying down area, sehingga manfaat ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal dapat dirasakan secara optimal.
"Jadi inilah kesempatan yang hanya bisa kita panen tiga sampai empat tahun ke depan. Sesudah itu dunia berubah lagi. Oleh karena itu kita manfaatkan dan kita kerja keras. Dan kuncinya adalah kemampuan daripada engineering dan capital goods, barang modal di Indonesia," kata dia.
.jpg)
(Ilustrasi eksplorasi minyak dan gas bumi. Foto: dok Metrotvnews.com)
Apresiasi belanja produk dalam negeri Pertamina
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga mengapresiasi target belanja produk dalam negeri Pertamina yang mencapai lebih dari Rp500 triliun. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat industri nasional melalui implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Kita lihat bahwa ketidakpastian dan ketidakprediksian dunia ini masih terus berjalan. Oleh karena itu bagi Pertamina menjadi penting untuk mencari sumber-sumber diversifikasi energi. Terima kasih juga dengan implementasi B50 dan selesainya RDMP di Balikpapan, maka ketergantungan terhadap solar menjadi hilang. Jadi kita sudah bisa produksi sendiri," tutur dia.
Airlangga menegaskan pemerintah akan terus menjaga daya beli masyarakat dan mendukung sektor produktif melalui penyediaan bahan bakar bersubsidi, termasuk Pertalite dan Solar. Pemerintah juga menetapkan harga khusus Solar sebesar Rp15 ribu per liter bagi armada kapal nelayan berkapasitas 30 hingga 200 gross ton (GT).
"Karena infrastruktur untuk ekonomi yang pertama energi, yang kedua energi, yang ketiga energi. Mau itu industri, mau itu digitalisasi, semuanya yang pertama energi dulu, kemudian infrastruktur berikut adalah listrik, baru kita bisa bangun mulai industri dan yang lain. Jadi ini adalah bedrock Indonesia adalah Pertamina," tutup Airlangga.