Pasukan keamanan berpatroli di salah satu kota di Nigeria. (Anadolu Agency)
Kelompok Bandit Serang Desa di Kaduna Nigeria, 30 Orang Tewas
Willy Haryono • 28 July 2026 07:24
Kaduna: Sekelompok bandit bersenjata menyerang sebuah komunitas di wilayah barat laut Nigeria pada Minggu malam waktu setempat, menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai sejumlah lainnya, menurut keterangan warga pada Senin, 27 Juli 2026.
Serangan terjadi di Desa Naridon, wilayah pemerintahan lokal Kaura, Negara Bagian Kaduna.
Ketua organisasi masyarakat sipil Southern Kaduna Peace and Security Network, Derek Christopher, mengatakan desa yang sama juga diserang pada periode yang sama tahun lalu.
"Desa yang sama diserang tahun lalu pada waktu yang hampir sama," kata Christopher, seperti dilansir dari PBS News.
Ia menilai pemerintah telah gagal memberikan perlindungan kepada masyarakat dari serangan kelompok bersenjata. "Saya tidak tahu siapa lagi yang akan membela mereka," ujarnya.
Seorang warga, Raphael Joshua, mengatakan jenazah para korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat, sementara proses pemakaman sedang dipersiapkan. Ia juga membantu menangani para korban luka akibat serangan tersebut.
Komisioner Urusan Dalam Negeri dan Keamanan Internal Negara Bagian Kaduna, Sule Shu'aibu, mengatakan dirinya belum menerima laporan resmi mengenai insiden tersebut.
Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Gelombang Serangan Bandit
Wilayah barat laut dan tengah utara Nigeria dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda serangan kelompok bersenjata yang dikenal sebagai bandit, yang rutin melakukan penyerangan terhadap desa-desa serta penculikan untuk meminta tebusan.Pemerintah Nigeria menyebut kelompok bandit tersebut sebagian besar beranggotakan mantan penggembala yang mengangkat senjata setelah konflik berkepanjangan dengan komunitas petani akibat perebutan sumber daya yang semakin terbatas.
Selain menghadapi serangan kelompok bandit, Nigeria juga masih bergulat dengan pemberontakan yang dilakukan kelompok ekstremis Boko Haram dan faksi pecahannya, Islamic State West Africa Province (ISWAP), yang terutama beroperasi di wilayah timur laut negara itu.
Dalam setahun terakhir, pemerintah Amerika Serikat juga menyoroti situasi keamanan di Nigeria dengan menuduh pemerintah negara itu gagal melindungi warga Kristen, yang memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Pada 25 Desember lalu, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap anggota yang diduga terkait kelompok Islamic State di wilayah Nigeria dengan kerja sama pemerintah Nigeria.
Baca juga: Kelompok Bandit Bersenjata Serang Pasar di Nigeria, 30 Orang Tewas