Jarang Terjadi, Pelaku Penembakan Massal di Sekolah Kanada Seorang Perempuan

Ambulans dan polisi terlihat berada di lokasi penembakan massal di Kanada, Selasa, 10 Februari 2026. (CBC: Nicole Oud)

Jarang Terjadi, Pelaku Penembakan Massal di Sekolah Kanada Seorang Perempuan

Willy Haryono • 11 February 2026 14:31

Ottawa: Kanada diguncang penembakan sekolah yang jarang terjadi di kota kecil Tumbler Ridge, British Columbia.

Lebih mengejutkan lagi, polisi mengonfirmasi bahwa pelaku diduga seorang perempuan, sebiah hal yang sangat jarang terjadi dalam kasus penembakan massal.

Sebanyak 10 orang dilaporkan tewas, termasuk pelaku yang ditemukan meninggal dunia dengan luka yang diduga akibat tindakan sendiri.

Dikutip dari ABC, Rabu, 11 Februari 2026, insiden ini menjadi salah satu peristiwa korban massal paling mematikan dalam sejarah Kanada baru-baru ini, sekaligus penembakan paling mematikan di negara itu sejak 2020.

Pelaku Diidentifikasi sebagai Perempuan

Pada 10 Februari pukul 13.20 waktu setempat, Royal Canadian Mounted Police (RCMP) menerima laporan dari Tumbler Ridge Secondary School yang memberlakukan status “lockdown”.

Polisi segera mengeluarkan peringatan penembak aktif kepada warga sekitar dan mendeskripsikan tersangka sebagai perempuan berambut cokelat yang mengenakan gaun.

Superintendent RCMP Ken Floyd mengatakan petugas menemukan sejumlah korban saat melakukan penyisiran di dalam sekolah.

“Seorang individu yang diyakini sebagai penembak ditemukan meninggal dunia dengan luka yang diduga akibat tindakan sendiri,” ujarnya.

Tujuh orang, termasuk pelaku, ditemukan tewas di lokasi. Satu korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Dua korban lainnya ditemukan di sebuah rumah yang diduga terkait dengan serangan tersebut.

Hingga kini, polisi belum merilis identitas pelaku maupun motif di balik serangan tersebut. “Kami belum berada pada tahap memahami apa yang memotivasi tragedi ini,” kata Floyd.

Jarang Terjadi

Penembakan massal relatif jarang terjadi di Kanada dibandingkan negara lain seperti Amerika Serikat. Kasus dengan pelaku perempuan bahkan lebih jarang lagi. Otoritas masih menyelidiki apakah ada keterkaitan antara pelaku dan para korban, serta sempat memeriksa kemungkinan adanya tersangka kedua.

Kota Tumbler Ridge sendiri berpenduduk sekitar 2.400 jiwa dan dikenal sebagai komunitas kecil yang erat. Sekolah tempat kejadian memiliki sekitar 160 siswa. Pihak sekolah menyatakan akan menutup kegiatan belajar mengajar hingga akhir pekan ini dan menyediakan dukungan bagi siswa serta staf.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan belasungkawa dan menyebut peristiwa ini sebagai tragedi yang menghancurkan.

Pemerintah Kanada sebelumnya telah memperketat aturan kepemilikan senjata setelah sejumlah insiden penembakan massal.

Baca juga:  Penembakan di Kanada, 10 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)