Pahami Proses Bisnis sebelum Memilih Software, Ini Alasannya

Software. Foto: Ilustrasi istimewa

Pahami Proses Bisnis sebelum Memilih Software, Ini Alasannya

M Sholahadhin Azhar • 20 October 2026 22:06

Jakarta: Pemahaman terkait proses operasional suatu bisnis, disebut menjadi solusi dalam permasalahan korporasi yang efisien dan hemat biaya. Khususnya, terkait kebutuhan software yang tepat.

“Secara teknis, software harus mampu mengikuti alur kerja bisnis. Karena itu, memahami proses operasional adalah langkah awal sebelum menentukan solusi yang tepat,” kata CTO Elindrainc Hanifah NS, dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 20 Oktober 2026.

Hal itu diungkap Hanifah, terkait dinamika sistem digital dalam mendukung operasional perusahaan. Sebab, tak sedikit korporasi yang memutuskan membeli aplikasi berlangganan untuk penggunaan cepat.

Hanifah menyebut keputusan itu bergantung pada kebutuhan perusahaan. Namun, dapat menjadi masalah ketika software yang dibeli, tak mengikuti kebutuhan korporasi.

CEO Elindrainc Hendra Lesmana, menyebut permasalahan tersebut kerap ditemukan pihaknya. Mengingat setiap bisnis memiliki proses yang unik.
 


"Di Elindrainc, kami percaya software seharusnya mengikuti kebutuhan bisnis, bukan memaksa bisnis mengikuti keterbatasan sistem," kata Hendra.

Atas dasar itu, pihaknye menyediakan layanan pengembangan perangkat lunak kustom untuk kebutuhan yang dinamis. Hendra menyebut hal ini dapat menjadi solusi yang sesuai dengan masalah.


Pemahaman terkait custom software. Foto: Istimewa

Pihaknya, kata dia, mengembangkan custom software berdasarkan proses bisnis dan kebutuhan operasional perusahaan. Termasuk, integrasi sistem, dashboard, dan otomasi. 

"Pendekatan yang tepat bukan selalu membangun software baru, melainkan memilih solusi yang paling masuk akal bagi kebutuhan dan tahap pertumbuhan bisnis," kata Hendra.

Menurut Hendra, aplikasi berlangganan dapat jadi solusi efisien untuk proses standar. Namun, proses yang kompleks dan punya kebutuhan khusus, perlu custom software yang mumpuni.

"Ukur keputusan melalui kebutuhan nyata, bukan anggapan bahwa satu model selalu lebih murah daripada model lainnya," kata Hendra.

(M Sholahadhin Azhar)