Longsor Tambang Emas Ilegal di Kolombia Tewaskan 14 Orang, 7 Lainnya Terluka

Tanah longsor di tambang emas ilegal di Provinsi Narino, Kolombia, menewaskan 14 orang. (Anadolu Agency)

Longsor Tambang Emas Ilegal di Kolombia Tewaskan 14 Orang, 7 Lainnya Terluka

Muhammad Reyhansyah • 20 October 2026 16:29

Bogota: Tanah longsor di sebuah tambang emas ilegal di barat daya Kolombia menewaskan 14 orang dan melukai tujuh lainnya, Senin, 19 Oktober 2026. 

Otoritas daerah mengonfirmasi jumlah korban tersebut ketika operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi bencana berakhir.

Bencana longsor terjadi di kawasan pedesaan Chambero, munisipalitas Santa Barbara de Iscuande, Provinsi Narino, yang terletak di wilayah pesisir dan berbatasan dengan Ekuador.

Mengutip TRT World, Selasa, 20 Oktober 2026, Sekretaris Perdamaian dan Keamanan Narino, Alex Gonzalez, mengonfirmasi jumlah korban terbaru kepada jaringan Caracol. 

Ia menyebut upaya pencarian untuk menemukan korban selamat tambahan telah dihentikan.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga setempat bersama sebuah ekskavator mengangkat jenazah dari lokasi tambang yang runtuh dan memindahkannya ke perahu kayu di sungai terdekat.

Kantor gubernur Narino mengatakan tim tanggap darurat menghadapi hambatan besar untuk mencapai lokasi bencana yang terpencil. Medan geografis yang sulit dan keberadaan aktif kelompok bersenjata ilegal memperumit upaya penanganan.

Narino merupakan salah satu pusat pertambangan ilegal di Kolombia. Kelompok bersenjata menguasai perdagangan emas ilegal di wilayah tersebut, sekaligus terlibat dalam perdagangan narkotika dan praktik pemerasan.

Warga Santa Barbara de Iscuande juga melaporkan adanya pembunuhan yang diduga dilakukan geng bersenjata terhadap orang-orang yang dicurigai mencuri emas atau bekerja sama dengan aparat keamanan negara maupun kelompok saingan.

Kecelakaan pertambangan masih sering terjadi di wilayah pedesaan Kolombia. Operasi pertambangan yang tidak diatur umumnya tidak memiliki penguatan struktur dasar maupun infrastruktur keselamatan darurat yang memadai.

Tragedi terbaru ini menyusul insiden serupa pada Agustus di kota Policarpa, Provinsi Narino, yang menewaskan 13 orang.

Baca juga: Korban Tewas Gempa Kolombia Jadi 331 Orang, 240 Masih Hilang

(Willy Haryono)