Mau Pinjam Rp100 Juta Lewat KUR BRI? Simak Skema Cicilan dan Syaratnya

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com

Mau Pinjam Rp100 Juta Lewat KUR BRI? Simak Skema Cicilan dan Syaratnya

Husen Miftahudin • 13 October 2026 12:37

Jakarta: Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan fasilitas pembiayaan dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan tambahan modal. Melalui program ini, pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman dengan plafon beragam, termasuk Rp100 juta, sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyaluran KUR dilakukan melalui sejumlah bank penyalur, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program ini menawarkan bunga sebesar enam persen per tahun, dengan pilihan tenor mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan. Sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur perlu memahami besaran angsuran dan menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan usaha.
 

Rincian cicilan KUR BRI Rp100 juta


Pelaku UMKM yang berencana mengajukan KUR BRI dengan plafon Rp100 juta perlu memperhitungkan kewajiban pembayaran setiap bulan. Besaran cicilan berbeda bergantung pada jangka waktu pelunasan yang dipilih.

Berikut simulasi angsuran KUR BRI dengan plafon Rp100 juta berdasarkan pilihan tenor:
  • 12 bulan: Rp8.606.643 per bulan.
  • 24 bulan: Rp4.432.061 per bulan.
  • 36 bulan: Rp3.042.194 per bulan.
  • 48 bulan: Rp2.394.624 per bulan.
  • 60 bulan: Rp1.980.120 per bulan.

Perbedaan tenor berpengaruh terhadap jumlah cicilan yang perlu disiapkan setiap bulan. Jangka waktu pelunasan yang lebih panjang membuat angsuran bulanan lebih rendah, sedangkan tenor yang lebih singkat membutuhkan pembayaran bulanan lebih besar.

Karena itu, calon debitur sebaiknya mempertimbangkan pemasukan usaha, kebutuhan operasional, serta kewajiban keuangan lainnya sebelum menentukan tenor. Perhitungan tersebut penting agar pembayaran cicilan tetap berjalan tanpa menghambat keberlangsungan usaha.
 

Syarat pengajuan KUR BRI


Sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur perlu memastikan bahwa dirinya memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Persyaratan tersebut mencakup identitas pemohon, kelengkapan dokumen, hingga kondisi usaha yang akan dibiayai.

Berikut sejumlah persyaratan pengajuan KUR BRI yang perlu diperhatikan:
  1. Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  2. Memiliki dokumen identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
  3. Mempunyai dokumen perizinan atau legalitas usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
  4. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pengajuan pinjaman dengan nilai di atas Rp50 juta.
  5. Menjalankan usaha produktif dan layak untuk mendapatkan pembiayaan.
  6. Usaha telah beroperasi secara aktif setidaknya selama enam bulan.
  7. Tidak sedang menerima kredit dari perbankan, kecuali kredit konsumtif seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit.
  8. Memenuhi ketentuan plafon pinjaman serta jangka waktu pembayaran sesuai jenis KUR yang diajukan.

Kelengkapan persyaratan tersebut perlu dipastikan sebelum proses pengajuan dilakukan. Calon debitur juga sebaiknya mengonfirmasi ketentuan terbaru kepada BRI karena persyaratan dapat bergantung pada jenis fasilitas KUR yang dipilih.


(Ilustrasi KUR. Foto: dok MI)

Cara mengajukan KUR BRI secara online dan offline


Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan melalui layanan daring maupun dengan mendatangi kantor cabang. Calon debitur dapat memilih jalur pengajuan sesuai kebutuhan, dengan tetap menyiapkan dokumen yang diperlukan.
 

1. Pengajuan KUR BRI secara online

Berikut tahapan pengajuan melalui situs KUR BRI:
  • Buka situs kur.bri.co.id.
  • Pilih menu pendaftaran untuk membuat akun jika belum terdaftar. Jika sudah memiliki akun, masuk menggunakan alamat email yang terdaftar.
  • Lakukan verifikasi email apabila diminta untuk mengaktifkan akun baru.
  • Setelah berhasil masuk, pilih menu pengajuan pinjaman KUR.
  • Baca syarat dan ketentuan yang tersedia, kemudian ikuti instruksi persetujuan pada sistem.
  • Lengkapi data diri sesuai informasi yang diminta.
  • Unggah dokumen pendukung yang diperlukan.
  • Masukkan nominal pinjaman dan jangka waktu pembayaran yang diinginkan.
  • Manfaatkan fitur simulasi angsuran untuk memperkirakan cicilan bulanan.
  • Tunggu informasi dari pihak bank mengenai hasil pengajuan.

Pengisian data harus dilakukan secara lengkap dan sesuai dokumen resmi. Pengajuan melalui situs tidak serta-merta menjamin pinjaman disetujui karena pihak bank tetap melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap permohonan.
 

2. Pengajuan KUR BRI melalui kantor cabang

Selain secara online, calon debitur dapat mendatangi kantor cabang BRI untuk memperoleh informasi dan mengajukan pinjaman secara langsung.

Tahapan yang dapat dilakukan meliputi:
  • Menyiapkan dokumen persyaratan, seperti KTP, KK, NPWP jika diperlukan, serta buku tabungan BRI apabila diminta.
  • Mengunjungi kantor cabang BRI untuk berkonsultasi mengenai jenis KUR yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
  • Mengisi formulir pengajuan kredit sesuai arahan petugas bank.
  • Mengikuti proses pemeriksaan dokumen, verifikasi data, dan wawancara apabila diperlukan.
  • Menunggu hasil penilaian dari pihak bank. Jika pengajuan disetujui, pemohon akan memperoleh informasi mengenai tahapan pencairan dana.

Melalui pengajuan langsung, calon debitur juga dapat menanyakan rincian biaya, ketentuan pinjaman, serta simulasi angsuran berdasarkan plafon dan tenor yang dipilih.

Dengan memahami simulasi cicilan KUR BRI Rp100 juta, persyaratan, dan prosedur pengajuan, pelaku UMKM dapat merencanakan kebutuhan modal secara lebih terukur. Perhitungan kemampuan membayar perlu dilakukan sejak awal agar kewajiban angsuran tidak mengganggu arus kas dan kegiatan operasional usaha.

Pemilihan tenor sebaiknya mempertimbangkan kemampuan pembayaran bulanan sekaligus kebutuhan pengembangan usaha. Calon debitur juga perlu memastikan kembali rincian angsuran dan ketentuan terbaru kepada BRI sebelum mengajukan pinjaman. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Husen Miftahudin)