Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.
Konektivitas Pasar Modal Indonesia-Singapura Dinilai Perlu Terus Didorong
Arga Sumantri • 9 October 2026 22:15
Jakarta: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong penguatan kolaborasi Indonesia dan Singapura dalam memperluas konektivitas pasar modal, meningkatkan kepercayaan investor global, dan membuka lebih banyak peluang investasi lintas negara. Pesan tersebut disampaikan dalam diskusi bersama jajaran Singapore Exchange (SGX) Group di SGX Centre, Singapura.
Ibas menilai, Indonesia dan Singapura memiliki potensi kerja sama yang besar. Singapura memiliki posisi strategis sebagai pusat keuangan internasional, sementara Indonesia memiliki basis pasar domestik yang besar, sumber daya, peluang pertumbuhan, dan perusahaan dari berbagai sektor ekonomi.
"Indonesia dan Singapura bukan hanya negara tetangga yang dekat secara geografis, tetapi juga mitra yang memiliki peluang besar untuk tumbuh bersama. Kita perlu memperkuat koneksi antara perusahaan Indonesia dan modal global, sekaligus membantu investor internasional memahami potensi dan peluang di Indonesia dengan lebih baik," kata Ibas dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurut dia, peluang investasi yang besar harus didukung konektivitas yang efektif. Perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan perlu memiliki akses terhadap informasi, riset, jaringan investor, dan sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Menurut dia, kerja sama antara Indonesia dan Singapura tidak seharusnya hanya berfokus pada pencatatan saham atau transaksi investasi. Kolaborasi juga dapat dikembangkan melalui edukasi investor, penguatan riset pasar, peningkatan standar tata kelola perusahaan, investasi lintas negara, pengembangan teknologi, energi, infrastruktur, dan pembiayaan jangka panjang.
"Yang kita cari bukan sekadar bertambahnya transaksi. Kita ingin membangun hubungan pasar yang lebih kuat, memperluas pemahaman antara investor dan perusahaan, serta membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara," tambah dia.
Tata Kelola dan Kepercayaan Menjadi Fondasi Pasar Modal
Ibas juga menekankan pentingnya stabilitas, kepastian hukum, disiplin pasar, dan tata kelola yang baik sebagai fondasi untuk membangun kepercayaan investor. Menurutnya, dinamika pasar keuangan global menunjukkan bahwa pasar dapat mengalami kenaikan maupun penurunan."Investor membutuhkan informasi yang akurat, tata kelola yang baik, kepastian hukum, dan keyakinan bahwa aturan diterapkan secara konsisten. Karena itu, penguatan sistem pengawasan, disiplin pasar, dan integritas pelaku pasar harus menjadi perhatian bersama," tegas Ibas.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap perilaku perantara pedagang efek, pencegahan praktik yang merugikan investor, dan peningkatan kualitas informasi perusahaan merupakan bagian penting dari upaya membangun pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.
Bagi Ibas, pasar modal yang kuat bukan hanya diukur dari aktivitas transaksi atau pergerakan indeks saham, melainkan juga dari kualitas perusahaan yang tercatat, kredibilitas informasi, perlindungan investor, dan kemampuan pasar menyalurkan modal ke sektor-sektor produktif.
.jpeg)
Diskusi Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama jajaran Singapore Exchange (SGX) Group di SGX Centre, Singapura. Dok Istimewa.
Memperluas Peluang bagi Perusahaan dan Sektor Ekonomi Baru
Ibas juga menyoroti pentingnya memperluas akses pembiayaan bagi perusahaan dari berbagai skala dan sektor, tidak terbatas pada perusahaan besar yang telah memiliki akses luas terhadap pasar keuangan.Menurutnya, perusahaan di sektor teknologi, telekomunikasi, energi, infrastruktur, dan berbagai bidang ekonomi produktif lainnya memerlukan ekosistem pembiayaan yang mampu mendukung inovasi, ekspansi usaha, dan penciptaan lapangan kerja.
Penguatan konektivitas pasar modal Indonesia–Singapura dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas jaringan investor dan membuka alternatif pembiayaan bagi perusahaan yang memiliki fundamental dan prospek pertumbuhan yang baik.
Dalam konteks tersebut, Ibas juga memandang pentingnya membangun sinergi antara investor, perusahaan Indonesia, ekosistem startup, dan lembaga investasi. Termasuk, dalam peluang kolaborasi regional yang dapat melibatkan Danantara.
Ia menekankan kerja sama investasi harus diarahkan pada penciptaan nilai jangka panjang, penguatan kapasitas perusahaan, dan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Potensi investasi harus diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif. Kita ingin melihat lebih banyak perusahaan yang bertumbuh, inovasi yang berkembang, lapangan kerja yang tercipta, dan kerja sama yang memperkuat daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global," ujarnya.