Ilustrasi. Foto: Freepik.
Wall Street Merekah, Nasdaq Melonjak 1%
Eko Nordiansyah • 22 October 2026 08:10
New York: Pasar saham AS mencatatkan kenaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan SpaceX memimpin sektor teknologi setelah melaporkan kinerja kuartalan yang sangat kuat. Serta mengonfirmasi pembentukan komite khusus untuk menjajaki potensi merger dengan Tesla.
Tren investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) kembali bergairah, ditandai dengan kenaikan saham perusahaan cip seperti Nvidia. Sebaliknya, saham Netflix melemah setelah pelopor layanan streaming tersebut memberikan proyeksi pendapatan kuartal berjalan yang mengecewakan.
Para pelaku pasar juga terus memantau konflik di Timur Tengah di tengah kenaikan harga minyak.
Dikutip dari Investing, Kamis, 22 Oktober 2026, indeks acuan S&P 500 naik 0,6 persen dan ditutup pada level 7.758,53 poin, sementara indeks unggulan Dow Jones Industrial Average naik 0,7 persen dan ditutup pada level 52.857,10 poin. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 1,1 persen dan ditutup pada level 26.702,86 poin.
Musim laporan laba perusahaan
Musim laporan laba kuartal ketiga mulai menunjukkan momentum yang lebih kuat minggu ini. Kinerja laba perusahaan yang solid telah menjadi salah satu pendorong utama rekor performa Wall Street tahun ini, membantu pasar saham bertahan di tengah berbagai tantangan, mulai dari isu geopolitik hingga gejolak di pasar obligasi.Laporan laba yang solid dari sejumlah perusahaan besar pada hari Selasa memicu pemulihan di pasar saham AS; indeks S&P 500 berhasil bangkit dari pembukaan yang negatif dan ditutup dengan kenaikan 0,3 persen. Indeks Dow melonjak satu persen, sementara Nasdaq berakhir tepat di bawah garis datar.
Perusahaan raksasa data dan analitik kredit Equifax, produsen mainan Hasbro, serta konglomerat industri 3M termasuk di antara saham dengan kenaikan persentase tertinggi di indeks S&P, seiring dengan hasil kinerja kuartalan mereka yang disambut positif oleh para investor.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
SpaceX menjadi sorotan utama dalam laporan kinerja yang dirilis setelah penutupan pasar pada hari Selasa. Perusahaan peluncur roket dan operator satelit terbesar di dunia ini mencatatkan pendapatan kuartalan sebesar USD14,6 miliar, melonjak lebih dari 160 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui estimasi para analis. Laba perusahaan mencapai USD4,4 miliar, sementara belanja modal meningkat menjadi USD19,6 miliar.
Sementara itu, Netflix melaporkan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi, namun proyeksi pendapatan kuartal keempat sebesar USD13,4 miliar berada di bawah konsensus pasar. Raksasa layanan streaming ini tengah menghadapi tantangan terkait keterlibatan pengguna serta pengeluaran modal yang terus berlanjut untuk mendukung portofolio kontennya yang luas.
Saham Netflix telah terkoreksi lebih dari 26 persen sepanjang tahun ini (YTD), kinerja yang jauh tertinggal dibandingkan indeks S&P 500 yang mencatatkan kenaikan hampir 13 persen. Saham Netflix ditutup turun 5,3 persen.
Di sisi lain, saham Super Micro Computer melonjak lebih dari 9,5 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan dan margin kotor kuartalan yang jauh lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya. United Airlines berhasil membalikkan kerugian dan mencatatkan kenaikan empat persen, meskipun maskapai tersebut memberikan prospek laba yang kurang memuaskan akibat tingginya biaya bahan bakar.
Kini, perhatian tertuju pada laporan kinerja Tesla dan Meta Platforms yang akan dirilis setelah penutupan pasar pada hari Rabu. Meta akan menjadi perusahaan hyperscaler AI pertama yang melaporkan kinerjanya, yang akan memberikan gambaran kepada pasar mengenai perkembangan pembangunan infrastruktur AI mereka.
Elon Musk jajaki kemungkinan merger SpaceX dan Tesla
Laporan kuartalan SpaceX terbayangi oleh pernyataan CEO Elon Musk dalam panggilan konferensi kinerja. Musk mengungkapkan bahwa SpaceX dan Tesla telah membentuk komite untuk menjajaki potensi merger. Saham SpaceX ditutup naik 7,8 persen, sementara saham Tesla naik 3,4 persen. Musk mengatakan bahwa komite-komite tersebut belum mencapai kesepakatan mengenai ketentuan transaksi apapun.Musk, yang menjabat sebagai CEO di kedua perusahaan tersebut dan bukan merupakan anggota dari komite mana pun, menambahkan bahwa tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai pada akhirnya. Namun, ia menegaskan keyakinannya bahwa penggabungan tersebut memiliki banyak nilai positif.
Penyatuan SpaceX dan Tesla akan mempertemukan perusahaan peluncur roket komersial dan operator satelit terbesar di dunia dengan produsen mobil listrik terbesar kedua.