BMKG Sebut Belum Ada Gempa Susulan di Bengkulu

Petugas BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang saat memantau aktivitas gempa di wilayah Provinsi Bengkulu, Kamis, 22 Oktober 2026. ANTARA/Anggi Mayasari

BMKG Sebut Belum Ada Gempa Susulan di Bengkulu

Silvana Febiari • 22 October 2026 21:45

Kota Bengkulu: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang menyatakan belum ada gempa susulan setelah gempa magnitudo 5,2 yang terjadi pukul 17.57 WIB. Titik lokasi gempa berada di 3.11 lintang selatan, 102.14 bujur timur (BT), tepatnya 6 kilometer barat laut Kabupaten Lebong, dengan kedalaman 120 kilometer.

"Memang benar baru terjadi gempa bumi. Potensi tetap ada masih kita monitoring terus sampai saat ini belum ada gempa susulan," kata Kepala Stasiun Geofisika Kepahiang Anton Sugiharto, dilansir Antara, Kamis, 22 Oktober 2026.


Gempa tersebut juga dirasakan di sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu seperti Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kota Bengkulu.

Anton mengimbau masyarakat Bengkulu untuk selalu waspada terhadap bahaya gempa bumi, memahami langkah mitigasi, dan mempersiapkan diri untuk evakuasi jika terjadi gempa. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi atau isu yang tidak bertanggung jawab.


Pusat gempa di Lebong, Bengkulu, Kamis, 22 Oktober 2026. (BMKG)


Diketahui, BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat sejak Januari hingga Desember 2025 telah terjadi gempa bumi di wilayah Provinsi Bengkulu sebanyak 627 kejadian. Sebanyak 32 kejadian gempa yang dirasakan oleh masyarakat di Bengkulu.

Untuk kejadian gempa bumi di Provinsi Bengkulu didominasi dengan gempa berkedalaman dangkal. Rentang magnitudo antara 2,0 hingga 4,0.

Untuk wilayah yang sering terjadi gempa bumi di Provinsi Bengkulu rata-rata berada di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

(Silvana Febiari)