Industri Pengolahan Penopang Utama Kinerja Ekspor September 2026

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Foto: ANTARA/HO-Kemendag

Industri Pengolahan Penopang Utama Kinerja Ekspor September 2026

Gervin Nathaniel Purba • 4 November 2026 12:52

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut sektor industri pengolahan menjadi penopang utama kinerja ekspor Indonesia pada September 2026. Hal ini seirama dengan meningkatnya permintaan sejumlah produk manufaktur di pasar global.

Total ekspor Indonesia mencapai USD27,59 miliar pada September 2026, atau tumbuh 3,68 persen dibandingkan Agustus 2026. Meningkat 11,87 persen dibandingkan September 2025.

Ekspor industri pengolahan tumbuh 4,38 persen secara bulanan. Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sektor pertambangan dan lainnya sebesar 2,37 persen.

"Penguatan ini ditopang secara konsisten oleh sektor industri pengolahan yang sejalan dengan program hilirisasi untuk meningkatkan ekspor produk bernilai tambah," ujar Budi, dikutip dari Antara, Rabu, 4 November 2026.


Ia menjelaskan sejumlah komoditas industri pengolahan mencatatkan peningkatan ekspor signifikan, di antaranya logam mulia, perhiasan, dan permata yang melonjak 116,33 persen. Kemudian mesin dan perlengkapan elektrik naik 19,91 persen, serta karet dan barang dari karet tumbuh 14,87 persen.
   

Didorong sektor nonmigas


Secara keseluruhan, peningkatan ekspor September didorong sektor nonmigas yang tumbuh 3,98 persen. Meskipun ekspor migas mengalami penurunan 4,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari sisi komoditas, ekspor nonmigas masih didominasi lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar USD4,43 miliar, bahan bakar mineral sebesar USD2,99 miliar, serta besi dan baja sebesar USD2,70 miliar.

Kinerja industri pengolahan juga tercermin dalam capaian ekspor kumulatif Januari-September 2026. Sektor tersebut membukukan ekspor sebesar USD182,83 miliar atau berkontribusi 82,64 persen terhadap total ekspor nasional, dengan pertumbuhan 8,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


(Mendag Budi Santoso. Foto: Dok. Kemendag)


Secara keseluruhan, ekspor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 mencapai USD221,23 miliar atau tumbuh 5,58 persen. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 6,30 persen menjadi USD212,27 miliar.

Adapun tiga komoditas nonmigas dengan pertumbuhan ekspor tertinggi secara kumulatif adalah aluminium dan barang daripadanya sebesar 104,88 persen, tembaga dan barang daripadanya 57,49 persen, serta nikel dan barang daripadanya 47,87 persen.

Berdasarkan negara tujuan utama ekspor nonmigas, Tiongkok menempati posisi pertama dengan nilai USD54,17 miliar, Amerika Serikat (AS) USD25,39 miliar, serta India USD15 miliar.
 
 

(Gervin Nathaniel Purba)