Awan Panas Gunung Semeru Meluncur 4,5 Km, Status Masih Siaga

Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 4,5 km dari puncak pada Kamis, 5 November 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Awan Panas Gunung Semeru Meluncur 4,5 Km, Status Masih Siaga

Silvana Febiari • 5 November 2026 14:28

Lumajang: Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami tiga kali erupsi berturut-turut. Dalam peristiwa tersebut, awan panas guguran meluncur hingga 4,5 kilometer dari puncak.

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 06.33 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati mengarah ke selatan dan barat daya.

"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 224 detik. Letusan juga disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 3 kilometer dari puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian, dilansir dari Antara, Kamis, 5 November 2026.


Selama dua jam kemudian, tepatnya pada pukul 08.43 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi disertai awan panas guguran. Awan panas meluncur sejauh 3,5 kilometer ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Letusan Semeru dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 251 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4,5 km dari puncak pada pukul 09.24 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl.

"Luncuran awan panas tersebut mengarah ke tenggara atau Besuk Kobokan, sedangkan sebaran abu vulkanik mengarah ke barat daya," ungkapnya.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi 447 detik.


Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 3 km dari puncak Mahameru pada Kamis pagi, 5 November 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Melihat intensitas awan panas guguran yang terjadi beberapa kali sejak pagi dengan jarak luncur mencapai 4,5 km, petugas mengimbau warga di sekitar Gunung Semeru, terutama daerah luncuran awan panas di sektor tenggara (Besuk Kobokan) meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta selalu siaga karena potensi awan panas susulan sewaktu-waktu bisa terjadi.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ungkapnya.

(Silvana Febiari)