Ketua Pengarah Care Leadership for Girls Eva Sundari. Foto: Metro TV/Damar.
Care Leadership for Girls Gembleng Kepemimpinan Diri 140 Remaja Perempuan
Muhammad Adyatma Damardjati • 7 November 2026 16:14
Jakarta: Program Care Leadership for Girls merancang pendidikan karakter bagi 140 remaja perempuan melalui pendampingan selama 30 hari. Kegiatan itu digelar di Command Center Lantai 8 NasDem Tower, Jakarta.
"Ini memang kita desain khusus untuk para gadis, karena mereka biasanya kesempatannya lebih sedikit daripada para pria. Kita mulai dengan kepemimpinan adalah ketika mereka mampu memimpin diri sendiri dulu," ujar Ketua Pengarah Care Leadership for Girls Eva Sundari saat ditemui di sela-sela mengisi acara, Sabtu, 7 November 2026.
Eva menjelaskan tahap pertama kepemimpinan adalah kemampuan memimpin diri sendiri. Hal itu mencakup pengelolaan perhatian dan emosi agar seluruh potensi diri dapat optimal.
"Memimpin perhatiannya, memimpin emosinya, supaya semua resources yang ada dalam dirinya itu bisa optimal," jelas Eva.
Eva menyoroti kecenderungan bunuh diri yang tinggi pada remaja yang merasa kesepian. Menurut Eva, program ini membangkitkan kesadaran peserta bahwa mereka tidak sendirian.
"Kadang kita melihat statistik ada kecenderungan bunuh dirinya tinggi para remaja yang tidak punya teman, merasa lonely. Hari ini kita bangkitkan, kamu tidak sendirian," tegas Eva.
Eva menyebut program ini tidak berhenti pada tukar pengetahuan. Melainkan, program ini didesain sebagai pendidikan karakter komprehensif selama 30 hari.

Peserta Program Care Leadership for Girls. Foto: Metro TV/Damar.
"Kita mau mentransformasi mereka. Bukan hanya knowledge exchange. Kita pengen IQ, EQ, SQ-nya itu berproses bersama," ujar Eva.
Eva merinci tahapan program setelah kelas satu hari penuh. Peserta mendapat pendampingan personal melalui grup WhatsApp selama 21 hari, lalu ditantang melahirkan karya sosial.
"Setelah 21 hari mereka ditantang. Perubahan apa yang sudah bisa kamu tunjukkan dari program pendidikan 30 hari ini. Satu hari kelas, 21 hari dampingan personal, dan berikutnya itu karya sosial," tutur Eva.