Kabut Asap Pekat, Pemkab Kuansing Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Kepala Disdikpora Kuansing Horizon menyampaikan pihaknya menerapkan PJJ untuk jenjang pendidikan PAUD hingga SMP negeri dan swasta akibat kabut asap. ANTARA/HO-Pemkab Kuansing

Kabut Asap Pekat, Pemkab Kuansing Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Whisnu Mardiansyah • 6 October 2026 10:58

Pekanbaru: Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik menyusul kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut. Kebijakan itu berlaku selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu, 6-7 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing Herizon mengatakan penerapan PJJ ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 400.3.1/Disdikpora/2026/1359 tertanggal 5 Oktober 2026.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, pengawas, serta kepala satuan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak kami menjadi prioritas. Dari laporan organisasi perangkat daerah terkait asap memang pekat dan udara tidak sehat,” kata Herizon dalam keterangan diterima di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.

Melalui kebijakan tersebut, peserta didik tidak perlu datang ke sekolah selama PJJ berlangsung. Mereka juga tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan di luar rumah yang mengharuskan berada di ruang terbuka.
 


Sementara itu, tenaga pendidik dan kependidikan tetap menjalankan tugas seperti biasa. Proses pembelajaran dilakukan secara daring dari sekolah maupun lokasi yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan serta menggunakan masker.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal menyampaikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau saat ini sudah terkendali.

Menurut Edy, sejumlah titik karhutla yang sebelumnya sempat terbakar telah dilaporkan padam. Kondisi tersebut juga didukung hujan yang turun hampir merata di sejumlah wilayah Riau.


Ilustrasi. Kondisi kabut asap kian pekat di Kota Pontianak, Sabtu, 19 September 2026. (ANTARA/Dedi)
 

Meski demikian, kabut asap masih terlihat di beberapa daerah. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan asap kiriman dari wilayah provinsi lain.

Edy menyebut Sumatera Selatan saat ini masih dilaporkan memiliki sejumlah titik api. Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi keberadaan kabut asap di beberapa wilayah Riau.

“Asap kiriman, karena di Riau nihil titik api. Sementara di Sumsel banyak dilaporkan titik api,” ucap Edy Afrizal.

Penerapan PJJ di Kuansing dilakukan untuk menjaga peserta didik dari paparan udara tidak sehat selama kondisi kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.

(Whisnu M)