Puluhan Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,1 di Sumba Barat Daya

Sejumlah rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah setempat, pada Minggu (4/10). Sumber foto: BPBD

Puluhan Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,1 di Sumba Barat Daya

Lukman Diah Sari • 4 October 2026 15:59

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat puluhan bangunan terdampak guncangan gempa bumi bermagnitudo (M) 6,1 di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 05.55 WIB atau 06.55 Wita. Hingga kini, pendataan masih terus dilakukan. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, mengungkap terdapat 20 unit rumah yang terdampak di Kabupaten Sumba Barat Daya. Rinciannya, 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang. Kerusakan ini tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

"Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan, yaitu Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula. Gempa juga berdampak pada satu fasilitas pendidikan, yaitu SDK Manu Toghi, serta satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu," terang dia dalam keterangan resmi, Minggu, 4 Oktober 2026.

Sementara itu, di Kabupaten Sumba Barat, tiga asrama Koramil dilaporkan rusak ringan. Dua bangunan KDKMP juga mengalami kerusakan pada plafon dan retak tembok. Pendataan terhadap kemungkinan kerusakan infrastruktur lainnya masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Selain kerusakan bangunan, satu orang luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Berton menjelaskan, korban luka telah mendapat penanganan medis dan menjalani rawat jalan.

"Belum ada laporan terkait adanya korban jiwa maupun korban luka berat akibat bencana tersebut," jelas dia.

Guncangan gempa yang terasa cukup kuat ini sempat memicu kepanikan warga di Sumba Barat Daya dan Sumba Barat hingga berhamburan keluar rumah. Meski demikian, BNPB memastikan situasi saat ini telah kembali kondusif dan tidak ada potensi tsunami di pesisir barat Pulau Sumba.


Sejumlah rumah di Kabaupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah setempat, pada Minggu (4/10). Sumber foto: BPBD

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat gabungan tengah bersiaga dan memantau wilayah terdampak. Posko awal penanganan bencana juga telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya.

Sebanyak 173 personel disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan. Pasukan tersebut terdiri atas 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Yonif TP 930/TT.

"Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan menghindari bangunan yang retak atau rusak. Pastikan informasi hanya dari instansi resmi," tutup Berton.

(Lukman Diah Sari)