Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Foto: MTVN/Duta Erlangga
Dony Oskaria Sebut Program Unggulan Pemerintah Dibiayai Efisiensi Anggaran, Bukan Utang Baru
Husen Miftahudin • 8 October 2026 10:39
Jakarta: Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkap pembiayaan program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga cek kesehatan gratis (CKG) berasal dari efisiensi anggaran. Pemerintah menyisir pengeluaran pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran sebagai sumber biaya, bukan utang baru.
"Banyak yang menyangka program-program ini dibiayai oleh utang atau biaya baru, bukan," kata Dony dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang digelar Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Dony mengatakan pemerintah mengeluarkan subsidi dan kompensasi hampir Rp900 triliun setiap tahun. Menurut dia, sebagian pengeluaran tersebut belum tepat sasaran. Mulai dari subidi elpiji, bahan bakar, listrik, hingga bantuan sosial.
Menurut Dony, penyisiran pengeluaran tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah agar anggaran dapat digunakan untuk program yang dinilai lebih tepat guna dan berorientasi pada masa depan.
"Ini adalah PR untuk menyisir yang seharusnya kita bisa gunakan untuk program yang lebih tepat guna, yang berpikir daripada masa depan bangsa kita," jelas dia.

Diskusi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang digelar Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Pemerintah tingkatkan pendapatan, tekan kebocoran
Selain melakukan efisiensi belanja, Dony mengatakan pemerintah berupaya meningkatkan pendapatan dengan menutup kebocoran penerimaan. Dia menyoroti underinvoicing dan transfer pricing sebagai hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah."Menyisir pengeluaran itu dalam rangka membiayai program-program yang tepat guna. Lalu juga kita meningkatkan pendapatan dengan menutup kebocoran," tutur Dony.
Dony mengatakan tambahan pendapatan tersebut dapat digunakan untuk membiayai program yang berorientasi jangka panjang dalam mendukung upaya Indonesia menjadi negara maju. Danantara sendiri juga melakukan divestasi hingga melepas lebih dari 100 badan usaha pelat merah sebagai bentuk efisiensi.
"Pendapatan inilah yang dipergunakan untuk membiayai program-program yang berorientasi kepada jangka panjang dalam membuat Indonesia menjadi negara maju," jelas Dony.