Penyelenggaraan MaxNovel Award 2025 bertema Agar Cerita-Cerita Baik Indonesia Terus Hidup digelar di Universitas Negeri Jakarta.
Kementerian Kebudayaan Dorong Digitalisasi Sastra Sebagai Instrumen Diplomasi Budaya
21 December 2024 10:04
Jakarta: Kementerian Kebudayaan RI menyoroti pentingnya peran platform literasi digital dalam memperkuat ekosistem diplomasi budaya nasional di kancah global. Instrumen soft power yang strategis dapat memperkenalkan identitas Indonesia ke dunia internasional.
Hal tersebut disampaikan Direktur Promosi Kebudayaan, Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Undri, dalam acara MaxNovel Award 2025 yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Undri mengatakan, bahwa karya sastra, khususnya dalam bentuk novel, kini menjadi instrumen soft power yang strategis untuk memperkenalkan identitas Indonesia ke dunia internasional. Ia mendorong adanya sinergi antara platform digital, perguruan tinggi, dan pemerintah untuk memperluas jangkauan literasi melalui program penerjemahan.
"Melalui inisiatif ini, narasi Indonesia dapat hadir dalam dialog global secara lebih inklusif. Kami mendorong pemanfaatan Rumah Budaya Indonesia di luar negeri agar jangkauan sastra kita semakin luas," ujar Undri.
Acara yang berlangsung di lingkungan Program Studi Bahasa dan Sastra UNJ ini memberikan penghargaan kepada 10 penulis terpilih dari berbagai daerah. Kolaborasi ini menandai upaya penggabungan dunia akademik dengan industri literasi digital dalam mencetak penulis baru.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, menilai keterlibatan kampus merupakan langkah untuk menjadikan sastra sebagai medium pendidikan nilai yang lebih membumi bagi mahasiswa.
Di sisi lain, Direktur MaxNovel Indonesia, Neo, memaparkan data mengenai pertumbuhan penulis lokal di ranah digital. Hingga saat ini, tercatat sekitar 5.000 penulis telah aktif dalam ekosistem platform MaxNovel. Fokus pengembangan kini diarahkan pada standarisasi kualitas karya agar dapat diterima oleh pasar internasional.
Salah satu pemenang penghargaan, seorang penulis dengan nama pena Naga Hitam, turut menyoroti aksesibilitas platform digital bagi penulis disabilitas. Menurutnya, literasi digital memberikan ruang bagi penulis dari latar belakang yang beragam untuk berkarya secara profesional.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama antara pemangku kepentingan untuk memperkuat arsip narasi budaya Indonesia dalam format digital guna memastikan keberlanjutan cerita-cerita lokal di masa depan.