Warga Desa Sundawenang Ikuti Pelatihan Pengolahan Pangan dan Digital Marketing
Kelompok Perempuan di Sukabumi Hasilkan Omzet Rp11 Juta dari Penjualan Produk Olahan Pangan
2 February 2025 14:34
Sukabumi: Sebanyak 40 warga yang didominasi ibu rumah tangga di Desa Sundawenang, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mencatatkan total penjualan senilai Rp11.176.500 dalam satu hari. Capaian tersebut diperoleh melalui simulasi bisnis usai mengikuti pelatihan pengolahan pangan dan pemasaran digital pada akhir pekan lalu.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Rumah Pemberdayaan Al Muhtadiin tersebut, peserta memproduksi dua jenis penganan, yakni Cilok Ayam Kriwil dan Puding Pakcoy. Data panitia mencatat pesanan yang masuk mencapai 1.705 porsi cilok dan 1.883 porsi puding, serta 297 paket bundel.
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada dua aspek utama: keterampilan teknis memasak (hardskill) dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran.
"Peserta diajarkan dasar-dasar digital marketing berbasis AI untuk membuat desain dan caption promosi. Tujuannya agar mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan bisa memiliki keterampilan baru untuk menopang ekonomi keluarga," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya.
Produk hasil olahan peserta tersebut dijual dengan harga berkisar antara Rp1.500 hingga Rp3.000 per porsi, sementara paket bundel dijual pada harga Rp10.000 hingga Rp15.000.
Setelah sesi tatap muka, para peserta dijadwalkan mengikuti pendampingan lanjutan selama tiga minggu. Pendampingan tersebut mencakup diskusi dengan instruktur serta praktik pemasaran digital secara mandiri.
Kepala Desa Sundawenang, Wahid, mengonfirmasi bahwa peserta yang menunjukkan progres signifikan akan diikutsertakan dalam program inkubasi lanjutan. Program tersebut direncanakan mencakup fasilitasi pengembangan merek, perbaikan kemasan, hingga pengurusan legalitas perizinan usaha bagi para pelaku UMKM baru tersebut.