Pelatih John Herman saat jumpa pers usai laga melawan Bangladesh. Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati
Herdman Ungkap Elkan Baggott Sempat Anggap Instruksi Cetak Gol sebagai Trik
Muhammad Adyatma Damardjati • 1 October 2026 23:57
Jakarta: Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkap momen menarik yang melibatkan Elkan Baggott saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Herdman mengatakan Baggott sempat mengira instruksi untuk mencetak gol tambahan pada penghujung pertandingan merupakan bagian dari trik psikologis. Saat itu, Indonesia masih membutuhkan satu gol untuk menjaga keunggulan produktivitas atas Malaysia.
Cerita tersebut disampaikan Herdman dalam konferensi pers setelah pertandingan Indonesia kontra Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026 malam.
Indonesia akhirnya meraih kemenangan 9-2 sekaligus memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam situasi pertandingan yang terus berjalan hingga menit akhir, Herdman tetap meminta para pemain mencari tambahan gol.
"Elkan Baggott mengira saya menggunakan trik pikiran saat mengatakan kami butuh satu gol lagi. Dia mengira itu trik, taktik. Saya katakan tidak, saya bilang jelas ke Elkan, kami butuh satu gol lagi. Itu di menit ke-93. Dan pemain besar itu kembali tampil," ujar Herdman dalam konferensi pers, Kamis, 1 Oktober 2026.
Herdman Terkejut Malaysia Menang 6-0
Herdman juga mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui hasil pertandingan lain di Grup A. Pada laga yang berlangsung bersamaan, Malaysia mencatat kemenangan telak 6-0 atas Singapura.
Hasil tersebut membuat persaingan antara Indonesia dan Malaysia berlangsung hingga pertandingan berakhir. Kedua tim sama-sama mengoleksi tujuh poin dan memiliki selisih gol +9.
Herdman mengaku tidak menyangka Malaysia mampu mencetak enam gol ke gawang Singapura. Ia menyinggung hasil pertemuan kedua negara pada masa lalu yang menurutnya tidak pernah menghasilkan kemenangan dengan skor sebesar itu.
"Kami tahu apa yang terjadi di pertandingan lain, dan kami tidak tahu bagaimana mungkin Malaysia bisa mengalahkan Singapura 6-0. Kalau Anda lihat sejarahnya, itu belum pernah terjadi. Biasanya 1-1, 2-1, 2-0, skor tertinggi 4-1. Jadi kami sangat terkejut ketika gol-gol itu masuk," jelasnya.

Kapten timnas Indonesia, Kevin Diks, berduel dengan pemain Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: X/@timnasindonesia
Soroti Tambahan Waktu
Selain persaingan produktivitas gol, Herdman turut menyoroti keputusan wasit mengenai waktu tambahan dalam pertandingan melawan Bangladesh.
Pelatih asal Inggris tersebut menilai pemberian tambahan waktu selama dua menit menimbulkan kebingungan di lapangan. Situasi tersebut terjadi setelah pertandingan sempat beberapa kali dihentikan untuk pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR).
Herdman mengaku sempat menanyakan persoalan tersebut kepada ofisial keempat. Ia menyebut pemain Indonesia kehilangan fokus dalam situasi tersebut hingga Bangladesh mampu mencetak gol.
"Ketika mereka menunjukkan dua menit, saya pikir setiap orang di stadion tahu ada kesalahan. Saya bertanya ke ofisial keempat apakah ini kesalahan, dia bilang ya. Tapi di momen itu mereka mencetak gol karena pemain bingung, tidak fokus," ujarnya.
Terlepas dari situasi tersebut, Herdman memberikan apresiasi kepada para pemain Indonesia. Ia menilai skuad Garuda menunjukkan komitmen tinggi sepanjang pertandingan.
Menurut Herdman, para pemain mampu mempertahankan semangat bertanding hingga pertandingan berakhir. Ia juga menyoroti perjuangan skuad Garuda dalam dua pertandingan secara beruntun.
"Tapi Anda punya sekelompok pemain yang sangat berkomitmen untuk negaranya. Ini dua pertandingan berturut-turut mereka mati-matian di lapangan demi negara ini. Bangga, sangat bangga," tutupnya.