Instrumen Penghitung Disiapkan untuk Ukur Kontribusi Industri Event terhadap Ekonomi

Konpers Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026. Foto: Dok. Istimewa.

Instrumen Penghitung Disiapkan untuk Ukur Kontribusi Industri Event terhadap Ekonomi

M Sholahadhin Azhar • 12 October 2026 20:46

Jakarta: Industri event di Indonesia menyiapkan instrumen pengukuran terkait kontribusi terhadap perekonomian nasional. Instrumen itu disiapkan melalui Event Economic Calculator.

“Tujuan Event Economic Calculator adalah agar kita bisa mendapatkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar perwakilan inisiatif Event Economic Calculator dalam Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026 Harryadin Mahardika dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2026.
 


Menurut Harryadin, data ekonomi yang berasal dari berbagai institusi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, dan kementerian, belum selalu mengukur aspek industri event secara langsung dan spesifik. Sebagian data yang tersedia merupakan data turunan yang belum tentu dirancang untuk menjawab kebutuhan pengukuran industri tersebut.

Ia menjelaskan Event Economic Calculator dirancang sebagai dasar penyusunan white paper yang didukung data dan analisis akurat. Dengan pendekatan tersebut, pengukuran diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan proksi atau estimasi, tetapi mampu menghasilkan angka agregat yang menggambarkan kontribusi industri event terhadap perekonomian Indonesia.

“Namun, untuk menghasilkan white paper yang memiliki dasar data dan analisis akurat, kita terlebih dahulu membangun sebuah kalkulator untuk industri event di Indonesia,” kata Harryadin.

Dalam pelaksanaannya, pengumpulan data direncanakan mencakup event yang diselenggarakan oleh anggota asosiasi terkait. Proses pengukuran akan menggunakan metodologi penelitian yang diawasi oleh komite dan dilengkapi pemeriksaan silang untuk menjaga validitas data.


Perwakilan inisiatif Event Economic Calculator dalam Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026 Harryadin Mahardika. Foto: Dok. Istimewa.

Harryadin menambahkan, pengawasan tersebut diperlukan untuk mencegah penggelembungan angka maupun penyalahgunaan data. Dengan mekanisme itu, hasil pengukuran diharapkan lebih objektif dan dapat mewakili industri secara keseluruhan.

“Proses pengisian data juga akan diawasi dan melalui pemeriksaan silang (cross-check) untuk memastikan tidak ada angka yang digelembungkan atau disalahgunakan,” kata Harryadin.

Karakter industri event yang kolaboratif menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan instrumen tersebut. Menurut Harryadin, keterbukaan anggota asosiasi untuk berbagi data memungkinkan keterkaitan antara satu kegiatan dan kegiatan lainnya dianalisis, sehingga kontribusi industri dapat dihitung secara lebih menyeluruh.

“Namun, industri event memiliki karakter yang unik karena sangat kolaboratif. Oleh sebab itu, data justru perlu dibagikan dan ditunjukkan agar kita bisa melihat keterkaitan antara satu kegiatan dan kegiatan lainnya,” kata Harryadin.

Ketua Umum Backstagers Indonesia, Andro Rohmana Putra, turut mendorong pengukuran dampak sebagai bagian dari agenda IVES 2026. Ia menilai industri event perlu menunjukkan kontribusinya melalui data yang terukur, sejalan dengan tantangan peningkatan profesionalitas dan standardisasi.

Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Ifan mengatakan, sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Dia meyakini program Event Economic Calculator akan sangat membantu Pemprov DKI.

"Saya senang sekali, Pak. Karena biasanya Pak Gubernur (Pramono Anung) itu ketika ada event besar jam 05:00 WA ke Pak Kadis, Pak Kadis langsung tanya ke saya," kata Ifan.

Penerapan Event Economic Calculator juga mendapat apresiasi dari pihak Grand Sahid Jaya melalui Herman Courbois. Hotel tersebut berencana menggunakan instrumen ini untuk sejumlah event mendatang. Inisiatif ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun industri event Indonesia yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Agenda tersebut juga dihadiri Inisiator IVES Andro Rohmana, Ketua Umum Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) Dino Hamid, Ketua Umum IVENDO Irvan Muhidin, Ketua Umum Rental Indonesia Risyad Fauzie, Ketua Umum IMARINDO Roberto Pieter, Ketua Umum Event Owner Delta Raharja, dan perwakilan Backstagers Indonesia.

(Fachri Audhia Hafiez)