Kualitas Udara Memburuk, 47 Orang Utan di Palangka Raya Terserang ISPA

Ilustrasi evakuasi orang utan. Foto: ANTARA/HO-BKSDA Kaltim.

Kualitas Udara Memburuk, 47 Orang Utan di Palangka Raya Terserang ISPA

tantawi jauhari • 9 October 2026 10:40

Palangka Raya: Sebanyak 47 orangutan di pusat rehabilitasi Yayasan Borneo Orang Utan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Gangguan kesehatan tersebut terjadi di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

CEO BOSF Jamartin Sihite mengatakan puluhan orang utan tersebut mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap dalam beberapa waktu terakhir.

“Puluhan orang utan tersebut mengalami gangguan pernapasan di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dalam beberapa waktu terakhir,” kata CEO Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF Jamartin Sihite, Jumat, 9 Oktober 2026.
 


Jamartin menyampaikan kondisi 47 orangutan tersebut masih dapat ditangani oleh tim medis. Penanganan dilakukan dengan memberikan nebulizer untuk membantu mengatasi gangguan pernapasan yang dialami satwa tersebut.

Ia menjelaskan, kawasan pusat rehabilitasi Nyaru Menteng hingga saat ini tidak mengalami kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, lokasi tersebut tetap terdampak kabut asap yang menyelimuti wilayah sekitarnya.

Menurut Jamartin, paparan asap karhutla perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi sistem pernapasan orangutan. Risiko tersebut menjadi perhatian khusus bagi satwa yang masih menjalani proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.


Ilustrasi: Pengasuh bercengkerama dengan individu orang utan (Pongo pygmaeus). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU

(Whisnu M)